Perempuan Kelola 64,5 Persen UMKM Penopang Ekonomi Nasional

Perempuan Kelola 64,5 Persen UMKM Penopang Ekonomi Nasional
Foto: Ilustrasi Perempuan Kelola 64,5 Persen UMKM Penopang Ekonomi Nasional.

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian UMKM memberikan apresiasi kepada sejumlah figur perempuan tangguh dari berbagai profesi dalam peringatan Hari Kartini 2026 di Jakarta, Selasa (21/4). Momentum tersebut menjadi penegasan atas signifikansi peran perempuan sebagai tulang punggung ekonomi nasional melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.

Data keterlibatan perempuan dalam aktivitas produktif menunjukkan angka yang signifikan menurut laporan yang dilansir dari Money. Sebanyak 64,5 persen unit UMKM di tanah air saat ini dikelola oleh kaum perempuan, sementara 51,2 persen dari total penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga berasal dari kalangan perempuan.

Penasihat DWP Kementerian UMKM Tina Maman Abdurrahman menegaskan bahwa para perempuan lintas profesi yang hadir dalam acara tersebut merupakan cerminan nyata kemandirian bangsa. Ia memberikan penghormatan khusus kepada para guru honorer, pengemudi ojek online, hingga petugas kebersihan dan pelaku usaha kecil yang terus produktif.

"Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada perempuan-perempuan hebat yang hadir hari ini. Mereka adalah representasi Kartini masa kini yang tetap tangguh, produktif, dan terus berkontribusi di tengah berbagai peran yang dijalankan," ujar Tina Maman Abdurrahman, Penasihat DWP Kementerian UMKM.

Tina menilai esensi semangat pahlawan emansipasi saat ini terletak pada kemampuan perempuan dalam memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Peran ganda yang dijalankan sebagai penggerak rumah tangga sekaligus pelaku usaha menjadi poin utama yang disoroti dalam perayaan tahunan ini.

"Peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momen untuk mengapresiasi sekaligus menguatkan peran perempuan dalam pembangunan, baik di lingkup keluarga maupun masyarakat," kata Tina Maman Abdurrahman, Penasihat DWP Kementerian UMKM.

Dominasi perempuan dalam struktur ekonomi mikro dianggap sebagai bukti bahwa peran mereka telah melampaui batas domestik. Tingginya angka pengelolaan UMKM dan akses terhadap kredit perbankan memperlihatkan kepercayaan diri perempuan dalam menggerakkan roda perekonomian.

"Sebanyak 64,5 persen UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan, dan 51,2 persen penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah perempuan. Hal ini menunjukkan besarnya peran perempuan sebagai penggerak ekonomi," ujar Tina Maman Abdurrahman, Penasihat DWP Kementerian UMKM.

Pilar pembangunan bangsa dinilai sangat bergantung pada kualitas individu perempuan dalam mengoptimalkan potensi diri. Dukungan terhadap ekosistem kerja perempuan dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan peradaban.

"Perempuan adalah pilar utama dalam membangun keluarga, masyarakat, dan bangsa. Karena itu, penting bagi kita untuk terus memberikan dukungan agar perempuan dapat mengembangkan potensinya secara optimal," ujarnya Tina Maman Abdurrahman, Penasihat DWP Kementerian UMKM.

Sebanyak sepuluh perempuan dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi hingga pegiat sosial, menerima penghargaan inspiratif dalam agenda ini. Nama-nama seperti Lista Hurustiati, Fetty Asmaniaty, hingga Iis Ismawaty tercatat sebagai penerima apresiasi atas kontribusi nyata mereka di bidang kewirausahaan dan pengabdian masyarakat.

"Semoga perempuan Indonesia senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, dan kesempatan untuk terus menjalankan perannya dengan sebaik-baiknya, baik dalam keluarga maupun dalam kontribusinya bagi masyarakat dan bangsa," kata Tina Maman Abdurrahman, Penasihat DWP Kementerian UMKM.

Artikel terkait

Rekomendasi