Pemerintah Percepat Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Listrik di Jakarta

Pemerintah Percepat Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Listrik di Jakarta
Foto: Ilustrasi Pemerintah Percepat Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Listrik di Jakarta.

Pemerintah Indonesia mempercepat proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Jakarta untuk mengatasi kelebihan kapasitas di TPST Bantargebang pada Senin (4/5/2026). Langkah strategis ini diambil melalui kerja sama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Danantara di bawah pengawasan langsung Presiden Prabowo Subianto.

Kondisi tempat pembuangan akhir yang kritis menjadi alasan utama percepatan integrasi pengelolaan limbah tersebut. Dilansir dari Ekonomi, timbunan sampah harian di ibu kota saat ini telah menyentuh angka sekitar 9.000 ton, di mana mayoritas masih dikelola dengan metode penumpukan terbuka.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan bahwa kepala negara memberikan perhatian khusus terhadap persoalan darurat sampah ini. Percepatan tersebut didasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang mengatur transformasi limbah menjadi sumber energi.

ÔÇ£Jakarta ini mendapat perlakuan khusus dari Bapak Presiden. Kami hampir, kalau beberapa minggu lalu, hampir tiap minggu ditelepon soal sampah, utamanya Bantargebang,ÔÇØ kata Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Menko Pangan menekankan bahwa timbunan di TPST Bantargebang saat ini sudah mencapai ketinggian yang sangat mengkhawatirkan. Ia membandingkan tumpukan tersebut dengan ketinggian bangunan bertingkat di hadapan Gubernur Jakarta.

ÔÇ£Kalau diukur Bantargebang itu, Pak Gubernur [Pramono Anung], seperti gedung berapa lantai itu? 16, 17 lantai,ÔÇØ ujarnya.

Pemerintah menargetkan penyelesaian proyek ini secara masif di berbagai wilayah Indonesia dalam waktu singkat. Zulkifli Hasan membandingkan efisiensi kerja saat ini yang jauh lebih cepat dibandingkan periode sebelumnya.

ÔÇ£Dalam waktu enam bulan sejak ditetapkan perpres tersebut, sudah ada tiga lokasi yang sudah konstruksi. Termasuk Bandung, kemudian Bali, Bogor,ÔÇØ sambungnya.

Implementasi teknologi PSEL ini direncanakan akan mencakup puluhan wilayah aglomerasi di seluruh tanah air. Target ambisius ditetapkan agar puluhan kabupaten dan kota dapat segera merealisasikan fasilitas serupa.

ÔÇ£Ada 14 lokasi lagi yang sudah kami putuskan, tambah lima lokasi yang belum. Yang mencakup ini hampir 71 kabupaten/kota. Percepatan enam bulan. Dulu 11 tahun, cuma satu. Sekarang kita akan selesaikan 71 kabupaten/kota yang terdiri lebih kurang 22 aglomerasi,ÔÇØ ujarnya.

Kerja sama antara Jakarta dan Danantara disebut sebagai bukti nyata komitmen pemerintah dalam menata ekosistem sampah nasional. Penandatanganan kesepakatan ini dipandang sebagai langkah awal pembersihan lingkungan ibu kota.

ÔÇ£Hari ini kita akan menyaksikan penandatanganan kesempatan bersama antara Provinsi DKI Jakarta dengan Danantara untuk percepatan pembangunan PSEL DKI Jakarta yang menunjukkan keseriusan Pemprov DKI dan Pemerintah Indonesia dalam pengolahan sampah nasional,ÔÇØ tuturnya.

Zulkifli Hasan optimistis bahwa dalam beberapa tahun ke depan, masalah bau dan tumpukan sampah di jalanan Jakarta dapat teratasi sepenuhnya. Proyek ini disebutnya sebagai bentuk janji pelayanan kepada jutaan warga.

ÔÇ£Penandatanganan ini adalah kontrak dengan jutaan warga Jakarta. Memang di sini simbolnya dua, bahwa sampah mereka tidak akan terus menumpuk, berbau, dan membanjiri jalan mereka lagi, Insya Allah dua tahun lagi,ÔÇØ lanjutnya.

Kebijakan penanganan limbah secara total ini ditargetkan rampung sebelum berakhirnya masa jabatan pemerintahan saat ini. Pemerintah berupaya agar seluruh sampah di Indonesia dapat terkelola secara modern tanpa menyisakan masalah di pemukiman.

ÔÇ£Ini adalah tindak lanjut dari arahan tegas Bapak Presiden. Bahkan kami berkali-kali ditelepon Pak Presiden Prabowo, 100% sampah Indonesia terolah dengan baik Insyaallah nanti doakan pada tahun 2029. Mungkin yang belum selesai tinggal yang di rumah-rumah. Setelah itu kita akan bisa selesaikan,ÔÇØ terangnya.

Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu mengubah beban lingkungan menjadi aset yang bernilai bagi masyarakat Jakarta. Listrik yang dihasilkan dari proses pengolahan akan dialirkan kembali untuk kebutuhan penerangan kota.

ÔÇ£Sampah yang selama ini menumpuk di depan rumah warga Jakarta akan diubah menjadi listrik yang mengaliri kota ini. Jadi sampah yang berbau, yang bermasalah Kita akan ubah jadi listrik yang nanti bermanfaat untuk menerangi Jakarta. Itulah janji yang hari ini kita tandatangani bersama,ÔÇØ pungkasnya.

Artikel terkait

Rekomendasi