Ulama Jelaskan Perbedaan Cara Membaca Talbiyah Laki-laki dan Perempuan

Ulama Jelaskan Perbedaan Cara Membaca Talbiyah Laki-laki dan Perempuan
Foto: Ilustrasi Ulama Jelaskan Perbedaan Cara Membaca Talbiyah Laki-laki dan Perempuan.

Bacaan talbiyah merupakan salah satu amalan inti dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah. Namun, terdapat ketentuan khusus mengenai cara melantunkannya yang membedakan antara jemaah laki-laki dan perempuan.

Dikutip dari Cahaya, ulama besar Syekh Zakariya al-Anshari dalam kajian fiqih memaparkan bahwa kaum laki-laki disunnahkan untuk membaca talbiyah dengan volume suara yang lantang. Hal ini dianjurkan selama tidak dilakukan secara berlebihan yang dapat memicu kelelahan fisik.

Landasan anjuran ini merujuk pada perintah Nabi Muhammad SAW yang meminta para sahabat untuk mengeraskan suara saat bertalbiyah. Ketentuan tersebut termaktub dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dengan status sahih.

┘ê┘Ä┘è┘ÄÏ▒┘Æ┘ü┘ÄÏ╣┘Å ┘å┘ÄÏ»┘ÆÏ¿┘ïϺ Ϻ┘äÏ▒┘æ┘Äϼ┘Å┘ä┘Å (ÏÁ┘Ä┘ê┘ÆÏ¬┘Ä┘ç┘Å) Ï¿┘ÉϺ┘äϬ┘æ┘Ä┘ä┘ÆÏ¿┘É┘è┘ÄÏ®┘É ┘ü┘É┘è Ï»┘Ä┘ê┘ÄϺ┘à┘É Ïº┘ä┘ÆÏÑ┘ÉÏ¡┘ÆÏ▒┘ÄϺ┘à┘É (Ï¿┘ÉÏ¡┘Ä┘è┘ÆÏ½┘Å ┘ä┘ÄϺ ┘è┘ÅϬ┘ÆÏ╣┘ÉÏ¿┘Å┘ç┘Å) Ϻ┘äÏ▒┘æ┘Ä┘ü┘ÆÏ╣┘Å ┘é┘ÄϺ┘ä┘Ä ÏÁ┘Ä┘ä┘Ä┘ë Ϻ┘ä┘ä┘ç┘Å Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘è┘Æ┘ç┘É ┘ê┘ÄÏ│┘Ä┘ä┘æ┘Ä┘à┘Ä: Ïú┘ÄϬ┘ÄϺ┘å┘É┘è ϼ┘ÉÏ¿┘ÆÏ▒┘É┘è┘ä┘Å ┘ü┘ÄÏú┘Ä┘à┘ÄÏ▒┘Ä┘å┘É┘è Ïú┘Ä┘å┘Æ Ïó┘à┘ÅÏ▒┘Ä Ïú┘ÄÏÁ┘ÆÏ¡┘ÄϺϿ┘É┘è Ïú┘Ä┘å┘Æ ┘è┘ÄÏ▒┘Æ┘ü┘ÄÏ╣┘Å┘êϺ Ïú┘ÄÏÁ┘Æ┘ê┘ÄϺϬ┘Ä┘ç┘Å┘à┘Æ Ï¿┘ÉϺ┘ä┘ÆÏÑ┘É┘ç┘Æ┘ä┘ÄϺ┘ä┘É. ┘ê┘ÄÏ▒┘Ä┘ê┘ÄϺ┘ç┘ŠϺ┘äϬ┘æ┘ÉÏ▒┘Æ┘à┘ÉÏ░┘É┘è┘æ┘Å ┘ê┘ÄÏÁ┘ÄÏ¡┘æ┘ÄÏ¡┘Ä┘ç┘Å... (┘ê┘ÄϺ┘ä┘Æ┘à┘ÄÏ▒┘ÆÏú┘ÄÏ®┘É) ┘ê┘Ä┘à┘ÉϽ┘Æ┘ä┘Å┘ç┘ÄϺ Ϻ┘ä┘ÆÏ«┘Å┘å┘ÆÏ½┘Ä┘ë (Ϭ┘ÅÏ│┘Æ┘à┘ÉÏ╣┘Å ┘å┘Ä┘ü┘ÆÏ│┘Ä┘ç┘ÄϺ) ┘ü┘Ä┘é┘ÄÏÀ┘Æ ┘å┘ÄÏ»┘ÆÏ¿┘ïϺ ┘â┘Ä┘à┘ÄϺ ┘ü┘É┘è ┘é┘ÉÏ▒┘ÄϺÏí┘ÄÏ®┘É Ïº┘äÏÁ┘æ┘Ä┘ä┘ÄϺϮ┘É (┘ü┘ÄÏÑ┘É┘å┘Æ Ï¼┘Ä┘ç┘ÄÏ▒┘ÄϬ┘Æ) Ï¿┘É┘ç┘ÄϺ ┘â┘ÅÏ▒┘É┘ç┘Ä

"Disunnahkan bagi laki-laki mengeraskan suaranya ketika bertalbiyah selama masih dalam keadaan ihram, dengan kadar yang tidak membuatnya kelelahan. Nabi SAW bersabda: Jibril datang kepadaku, lalu memerintahkanku agar aku memerintahkan para sahabatku untuk mengeraskan suara mereka dalam berihlal (talbiyah). Hadis ini diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dan beliau mensahihkannya. Adapun perempuan, demikian pula khuntsa (waria), disunnahkan hanya memperdengarkan suara talbiyah kepada dirinya sendiri, sebagaimana dalam bacaan shalat. Jika ia mengeraskan suara ketika bertalbiyah, maka hukumnya makruh."

Kesunnahan membaca talbiyah dimulai sesaat setelah seseorang menyelesaikan niat ihram. Para jemaah sangat dianjurkan untuk terus memperbanyak lantunan dzikir ini di sepanjang perjalanan ibadah mereka.

Selama masih mengenakan pakaian ihram dan berada dalam status ihram, talbiyah dipandang sebagai bentuk ketundukan total seorang hamba kepada Allah SWT. Dzikir ini menjadi identitas spiritual utama selama berada di Tanah Suci.

Ketentuan Menghentikan Talbiyah pada Haji dan Umrah

Terdapat perbedaan mendasar mengenai titik akhir pembacaan talbiyah antara ibadah haji dan umrah. Imam ad-Damiri menjelaskan bahwa jemaah haji harus berhenti bertalbiyah saat mulai melempar jumrah Aqabah pada hari Nahr.

Penghentian ini dilakukan karena jemaah telah memasuki fase awal tahallul atau proses keluar dari keadaan ihram. Penjelasan tersebut didukung oleh riwayat mengenai tindakan Nabi SAW saat melaksanakan ibadah haji.

┘ê┘Ä┘è┘Ä┘é┘ÆÏÀ┘ÄÏ╣┘ŠϺ┘äϬ┘æ┘Ä┘ä┘ÆÏ¿┘É┘è┘ÄÏ®┘Ä Ï╣┘É┘å┘ÆÏ»┘Ä ÏºÏ¿┘ÆÏ¬┘ÉÏ»┘ÄϺÏí┘É Ïº┘äÏ▒┘æ┘Ä┘à┘Æ┘è┘ÉÏø ┘ä┘ÉÏú┘Ä┘å┘æ┘Ä┘ç┘Å Ï┤┘ÄÏ▒┘ÄÏ╣┘Ä ┘ü┘É┘è Ïú┘ÄÏ│┘ÆÏ¿┘ÄϺϿ┘É Ïº┘äϬ┘æ┘ÄÏ¡┘Ä┘ä┘æ┘Å┘ä┘É, ┘ê┘Ä┘ä┘ÉÏú┘Ä┘å┘æ┘Ä┘ç┘Å ÏÁ┘Ä┘ä┘æ┘Ä┘ë Ϻ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Å Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘è┘Æ┘ç┘É ┘ê┘ÄÏ│┘Ä┘ä┘æ┘Ä┘à┘Ä ┘ä┘Ä┘à┘Æ ┘è┘ÄÏ▓┘Ä┘ä┘Æ ┘è┘Å┘ä┘ÄÏ¿┘æ┘É┘è Ï¡┘ÄϬ┘æ┘Ä┘ë Ï▒┘Ä┘à┘Ä┘ë ϼ┘Ä┘à┘ÆÏ▒┘ÄÏ®┘Ä Ïº┘ä┘ÆÏ╣┘Ä┘é┘ÄÏ¿┘ÄÏ®┘É, ┘ê┘Ä┘â┘ÄÏ░┘Ä┘ä┘É┘â┘Ä ┘è┘ÅÏ│┘ÆÏ¬┘ÄÏ¡┘ÄÏ¿┘æ┘Å ┘ä┘É┘ä┘Æ┘à┘ÅÏ╣┘ÆÏ¬┘Ä┘à┘ÉÏ▒┘É ┘é┘ÄÏÀ┘ÆÏ╣┘ŠϺ┘äϬ┘æ┘Ä┘ä┘ÆÏ¿┘É┘è┘ÄÏ®┘É Ï¿┘ÉÏ┤┘ÅÏ▒┘Å┘êÏ╣┘É┘ç┘É ┘ü┘É┘è Ϻ┘äÏÀ┘æ┘Ä┘ê┘ÄϺ┘ü┘É

"Bacaan talbiyah dihentikan ketika mulai melempar jumroh, karena pada saat itu ia telah memasuki sebab-sebab tahallul. Selain itu, Nabi SAW senantiasa ber-talbiyah hingga beliau melempar umroh Aqabah. Demikian pula, bagi orang yang melaksanakan Umroh, disunnahkan menghentikan talbiyah ketika mulai melaksanakan thawaf."

Sementara itu, bagi jemaah yang menjalankan umrah, pembacaan talbiyah disudahi tepat saat mereka akan memulai tawaf. Syekh Khatib as-Syarbini menegaskan bahwa tawaf merupakan bagian awal yang mengantarkan jemaah menuju tahallul umrah.

┘ê┘ÄÏú┘Ä┘à┘Ä┘æÏº Ϻ┘ä┘Æ┘à┘ÅÏ╣┘ÆÏ¬┘Ä┘à┘ÉÏ▒┘Å ┘ü┘Ä┘è┘Ä┘é┘ÆÏÀ┘ÄÏ╣┘ŠϺ┘äϬ┘Ä┘æ┘ä┘ÆÏ¿┘É┘è┘ÄÏ®┘Ä ÏÑÏ░┘ÄϺ Ϻ┘ü┘ÆÏ¬┘ÄϬ┘ÄÏ¡┘Ä Ïº┘äÏÀ┘Ä┘æ┘ê┘ÄϺ┘ü┘Ä ┘ä┘ÉÏú┘Ä┘å┘Ä┘æ┘ç┘Å ┘à┘É┘å┘Æ Ïú┘ÄÏ│┘ÆÏ¿┘ÄϺϿ┘É Ï¬┘ÄÏ¡┘Ä┘ä┘Å┘æ┘ä┘É┘ç┘ÄϺ

"Adapun orang yang melaksanakan umroh, maka ia menghentikan bacaan talbiyah ketika mulai melakukan thawaf, karena thawaf itu termasuk sebab yang mengantarkan kepada tahallul (selesainya ihram) umroh."

Memahami detail teknis seperti volume suara dan waktu penghentian bacaan sangat penting bagi jemaah. Hal ini bertujuan agar setiap tahapan ibadah yang dilakukan di Tanah Suci tetap berada dalam koridor syariat yang tepat.

Artikel terkait

Rekomendasi