Perbandingan Tarif Taksi Listrik Xanh SM dan Bluebird di Jakarta

Perbandingan Tarif Taksi Listrik Xanh SM dan Bluebird di Jakarta
Foto: Ilustrasi Perbandingan Tarif Taksi Listrik Xanh SM dan Bluebird di Jakarta.

Kehadiran taksi listrik asal Vietnam, Xanh SM atau Green SM, di jalanan Jakarta menarik perhatian publik setelah sempat terseret dalam kabar insiden di stasiun Bekasi. Meski sempat disangka menjadi pemicu kecelakaan KRL, fakta menunjukkan kendaraan ini berada di jalur yang berbeda.

Dilansir dari Suara, munculnya pemain baru di industri transportasi ini memicu rasa penasaran warga mengenai perbandingan tarifnya dengan penguasa pasar, Bluebird. Kedua perusahaan ini kini bersaing ketat menawarkan armada ramah lingkungan bagi penumpang di ibu kota.

Berdasarkan data resmi perusahaan, Xanh SM menerapkan tarif buka pintu sebesar Rp9.600 untuk satu kilometer pertama. Angka ini dipatok lebih rendah guna menarik minat pengguna transportasi di tengah persaingan yang kompetitif.

Sebagai pembanding, layanan taksi listrik milik Bluebird yang menggunakan armada BYD dan Toyota Prius menetapkan tarif awal Rp10.000. Namun, Bluebird masih memiliki keunggulan harga pada varian reguler berbahan bakar bensin yang dibanderol Rp9.000 untuk buka pintu.

Rincian Biaya Per Kilometer

Selisih harga semakin terlihat jelas saat memasuki tarif per kilometer. Xanh SM menetapkan biaya pasti sebesar Rp5.800 untuk setiap kilometer setelah jarak awal terlampaui. Nilai ini lebih ekonomis dibandingkan taksi listrik Bluebird yang mematok harga Rp6.300 per kilometer.

Di sisi lain, Bluebird memiliki strategi harga progresif untuk armada regulernya. Tarif akan menurun menjadi Rp5.200 pada jarak 10-30 kilometer, dan kembali menyusut hingga Rp5.000 per kilometer jika perjalanan melebihi jarak 30 kilometer.

Daftar Perbandingan Tarif Taksi Listrik di Jakarta
Jenis LayananTarif Buka Pintu (Rp)Tarif Per Kilometer (Rp)
Xanh SM (Listrik)9.6005.800
Bluebird (Listrik)10.0006.300
Bluebird (Reguler/Bensin)9.0005.200

Data ini menunjukkan bahwa Xanh SM berupaya memposisikan diri sebagai alternatif taksi listrik yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Perbedaan tarif ini menjadi faktor krusial bagi penumpang yang rutin melakukan perjalanan jarak menengah di Jakarta.

Artikel terkait

Rekomendasi