Pemilik sepeda motor diimbau untuk rutin melakukan perawatan sistem pengereman Anti-lock Braking System (ABS) guna menjamin keselamatan berkendara dan menghindari kerusakan komponen yang bernilai mahal. Fokus utama pemeliharaan terletak pada penggantian minyak rem secara berkala agar modul ABS tidak mengalami kegagalan fungsi.
Dilansir dari Otomotif, Dicky Nurjaman selaku pemilik bengkel Garasi Aicky Motor di Cibinong menekankan bahwa kepatuhan terhadap jadwal servis sangat memengaruhi usia pakai komponen. Meskipun pabrikan memiliki standar tertentu, kondisi penggunaan di jalan raya sering kali menuntut perhatian lebih intensif pada cairan rem tersebut.
"Kalau untuk rem ABS yang pasti yang harus diperhatikan, penggantian minyak rem. Kalau standarnya pabrikan kan per 10.000 km, atau per 1 tahun kalau menurut waktu," ujar Dicky Nurjaman, Pemilik Bengkel Garasi Aicky Motor.
Penurunan kualitas minyak rem sering kali terjadi lebih cepat akibat adanya kontaminasi kotoran yang masuk ke dalam sistem pengereman. Penumpukan residu di dalam master rem dapat memicu kemunculan endapan yang menyerupai lumpur dan berisiko menyumbat aliran fluida.
"Cuma kalau yang saya temukan di lapangan, meskipun waktunya belum menyentuh segitu, kilometernya belum nyentuh segitu, itu tuh ada beberapa kasus yang justru di master remnya itu sudah kotor banget, kayak ada lumpur," ucap Dicky Nurjaman, Pemilik Bengkel Garasi Aicky Motor.
Kotoran yang mengendap biasanya berasal dari tabung reservoir yang tidak pernah dibersihkan secara menyeluruh oleh pemilik kendaraan. Untuk mengantisipasi kerusakan modul ABS yang sensitif terhadap kotoran, frekuensi pengurasan minyak rem disarankan untuk dipercepat terutama bagi motor yang sering menembus kemacetan.
"Kalau ke konsumen saya sarankan biasanya paling cepat 6 bulan kuras minyak rem," kata Dicky Nurjaman, Pemilik Bengkel Garasi Aicky Motor.
Langkah preventif dengan menjaga kebersihan reservoir dan sirkulasi minyak rem ini diklaim efektif mencegah penurunan performa pengereman mendadak. Selain aspek fungsional, kedisiplinan dalam merawat sistem ABS dapat meminimalisir potensi pengeluaran besar untuk penggantian suku cadang di masa mendatang.