Persaingan dalam ajang Formula One (F1) kini telah merambah ke ranah teknologi digital dengan munculnya adu kecanggihan kecerdasan buatan (AI) antar tim. Dilansir dari Sportsetup, sedikitnya terdapat delapan kemitraan baru yang terjalin antara tim balap dengan perusahaan teknologi AI dalam kurun waktu enam bulan terakhir.
Fenomena ini menandakan pergeseran besar dalam dunia balap jet darat tersebut. Teknologi kini menjadi instrumen utama bagi setiap tim dalam upaya mengamankan podium juara di setiap seri balapan.
Seluruh tim saat ini saling berkompetisi untuk mendapatkan dukungan dari perusahaan teknologi papan atas. Langkah ini diambil guna meningkatkan kemampuan analisis data serta akurasi strategi saat balapan berlangsung.
Kemitraan strategis ini menunjukkan bahwa daya saing sebuah tim tidak lagi hanya bertumpu pada performa mobil atau kemampuan pembalap semata. Kecepatan dan kecerdasan dalam memproses data menjadi faktor pembeda yang sangat krusial.
Berikut adalah daftar kolaborasi teknologi yang memperkuat tim-tim F1 pada musim ini:
| Tim F1 | Partner Teknologi | Fungsi Utama |
|---|---|---|
| Anthropic (AI Claude) | Strategi balap dan operasional tim | Oracle |
| Pengambilan keputusan real-time | Google (Gemini) | Analisis performa dan branding |
| CoreWeave | Pengolahan data skala besar | AWS |
| Insight balapan dan siaran TV | Lenovo | Operasional dan perangkat pintar |
Efisiensi Strategi Melalui Analisis Data Real-Time
Penggunaan AI telah mengubah cara tim mengambil keputusan strategis yang sebelumnya banyak bergantung pada intuisi teknisi. Teknologi ini mampu memproses jutaan data hanya dalam hitungan detik untuk memberikan rekomendasi yang akurat.
Penerapan AI mencakup aspek-aspek vital seperti penentuan waktu pit stop, pemilihan jenis ban, hingga respons cepat terhadap perubahan kondisi di lintasan. Semua proses ini dilakukan secara langsung saat mobil sedang melaju kencang.
Kehadiran AI juga menjadi solusi efektif di tengah pemberlakuan regulasi batas biaya (cost cap) sebesar US$215 juta. Dengan teknologi ini, tim dapat bekerja jauh lebih efisien tanpa harus mengeluarkan biaya operasional yang berlebihan.
Investasi teknologi di lingkungan F1 memang terus melonjak tajam. Berdasarkan data SponsorUnited, pengeluaran tim untuk sektor teknologi mencapai angka US$769 juta pada musim lalu, atau naik sekitar 41 persen.
Secara global, nilai sponsor yang mengalir ke tim-tim F1 pada tahun 2025 tercatat menyentuh angka US$2,54 miliar. Nilai ini menempatkan F1 sebagai kompetisi dengan nilai sponsor terbesar kedua di dunia setelah National Football League (NFL).
Dukungan teknologi juga diperkuat oleh Lenovo sebagai mitra global yang menyediakan berbagai perangkat pintar. Perangkat berbasis AI ini mendukung mobilitas tim serta memfasilitasi kolaborasi jarak jauh antar kru yang berada di lokasi berbeda.