Memahami Peran Bilal dan Urutan Bacaan Takbir Shalat Idul Adha

Memahami Peran Bilal dan Urutan Bacaan Takbir Shalat Idul Adha
Foto: Ilustrasi Memahami Peran Bilal dan Urutan Bacaan Takbir Shalat Idul Adha.

Shalat Idul Adha memiliki tata cara khusus yang membedakannya dengan ibadah shalat wajib berjamaah. Salah satu perbedaan mendasar terletak pada peran bilal atau muazin yang tidak perlu mengumandangkan azan dan iqamah sebelum shalat dimulai.

Sebagai ganti penanda ibadah, bilal akan menyerukan kalimat khusus untuk mengajak jamaah berkumpul. Praktik ini menjadi tradisi yang terus berjalan di berbagai masjid maupun lapangan saat Hari Raya Kurban, seperti dilansir dari Suara.

Ketentuan tidak adanya azan dan iqamah dalam shalat Idul Adha didasarkan pada riwayat Ibnu Abbas RA. Riwayat tersebut menjelaskan bahwa Rasulullah SAW beserta para khulafaur rasyidin melaksanakan shalat Id tanpa kedua seruan tersebut. Penjelasan mengenai seruan pengganti juga termaktub dalam kitab Al-MajmuÔÇÖ Syarhul Muhadzdzab karya Imam An-Nawawi.

Pelaksanaan tugas bilal dimulai sejak sebelum shalat hingga memasuki sesi khutbah. Berikut adalah tahapan lengkap beserta bacaan yang dilafalkan oleh bilal.

1. Panggilan Memulai Shalat Id

Bilal membuka prosesi ibadah dengan mengumandangkan seruan kalimat panggilan shalat jamaah sebanyak tiga kali.

Ϻ┘äÏÁ┘æ┘Ä┘äϺϮ┘Ä Ï¼┘ÄϺ┘à┘ÉÏ╣┘ÄÏ® ├ù┘ú

ÏÁ┘Ä┘ä┘æ┘Å┘ê┘ÆÏº Ï│┘Å┘å┘æ┘ÄÏ®┘ï ┘ä┘ÉÏ╣┘É┘èÏ»┘É Ïº┘ä┘ÆÏú┘ÄÏÂ┘ÆÏ¡┘Ä┘ë Ï▒┘Ä┘â┘ÆÏ╣┘ÄϬ┘Ä┘è┘Æ┘å┘É Ï¼┘ÄϺ┘à┘ÉÏ╣┘ÄÏ®┘ï Ï▒┘ÄÏ¡┘É┘à┘Ä┘â┘Å┘à┘ŠϺ┘ä┘ä┘ç┘Å

Ash-shal─üta j─ümiÔÇÿah (3x). Shall┼½ sunnatan li ÔÇÿ─¬dil-Aß©ìß©Ñ─ü rakÔÇÿataini j─ümiÔÇÿah, raß©Ñimakumull─üh.

"Shalat berjamaah (3x). Laksanakanlah shalat sunnah Idul Adha dua rakaat berjamaah, semoga Allah merahmati kalian."

Setelah seruan tersebut selesai dikumandangkan, imam akan langsung menuju mihrab untuk memimpin jalannya shalat Idul Adha berjamaah.

2. Ajakan Mendengarkan Khutbah

Sesaat setelah rangkaian shalat Id selesai, bilal segera berdiri tegak. Bilal memegang tongkat di tangan kanan dan mikrofon di tangan kiri sebagai isyarat bahwa khutbah akan segera dimulai.

Sambil menghadap ke arah jamaah, bilal kemudian mengumandangkan kalimat ajakan berikut.

┘è┘ÄϺ ┘à┘ÄÏ╣┘ÄϺÏ┤┘ÉÏ▒┘Ä Ïº┘ä┘Æ┘à┘ÅÏ│┘Æ┘ä┘É┘à┘É┘è┘å┘Ä ┘ê┘ÄÏ▓┘Å┘à┘ÆÏ▒┘ÄÏ®┘Ä Ïº┘ä┘Æ┘à┘ÅÏñ┘Æ┘à┘É┘å┘É┘è┘å┘Ä Ï▒┘ÄÏ¡┘É┘à┘Ä┘â┘Å┘à┘ŠϺ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Å. ϺÏ╣┘Æ┘ä┘Ä┘à┘Å┘êϺ Ïú┘Ä┘å┘æ┘Ä ┘è┘Ä┘ê┘Æ┘à┘Ä┘â┘Å┘à┘Æ ┘ç┘ÄÏ░┘ÄϺ ┘è┘Ä┘ê┘Æ┘à┘ŠϺ┘ä┘ÆÏ╣┘É┘èÏ»┘É Ïº┘ä┘ÆÏú┘Ä┘â┘ÆÏ¿┘ÄÏ▒┘É ┘ü┘ÄϬ┘Ä┘é┘ÄÏ▒┘æ┘ÄÏ¿┘Å┘êϺ ÏÑ┘É┘ä┘Ä┘ë Ϻ┘ä┘ä┘ç┘É ┘ü┘É┘è Ϻ┘ä┘å┘æ┘ÄÏ¡┘ÆÏ▒┘É

Y─ü maÔÇÿ─üsyiral-muslim─½n wa zumratal-muÔÇÖmin─½n raß©Ñimakumull─üh. IÔÇÿlam┼½ anna yaumakum h─üdz─ü yaumul-ÔÇÿ─½di al-akbar, fataqarrab┼½ ilall─ühi fin-naß©Ñr.

"Wahai kaum Muslimin dan golongan orang-orang beriman, semoga Allah merahmati kalian. Ketahuilah bahwa hari ini adalah Hari Raya yang paling agung, maka dekatkanlah diri kalian kepada Allah dengan berkurban."

Pembacaan kalimat di atas kemudian langsung disambung dengan seruan pengingat kepada jamaah saat khatib naik ke mimbar.

┘ê┘ÄÏÑ┘ÉÏ░┘ÄϺ ÏÁ┘ÄÏ╣┘ÉÏ»┘Ä Ïº┘ä┘ÆÏ«┘ÄÏÀ┘É┘èÏ¿┘Å Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘ë Ϻ┘ä┘Æ┘à┘É┘å┘ÆÏ¿┘ÄÏ▒┘ÉÏî Ïú┘Ä┘å┘ÆÏÁ┘ÉϬ┘Å┘êϺ ┘ê┘ÄϺÏ│┘Æ┘à┘ÄÏ╣┘Å┘ê┘Æ╬▒ ┘ê┘ÄÏú┘ÄÏÀ┘É┘èÏ╣┘Å┘ê┘ÆÏº Ï▒┘ÄÏ¡┘É┘à┘Ä┘â┘Å┘à┘ŠϺ┘ä┘ä┘ç┘Å

Wa idz─ü shaÔÇÿidal-khaß╣¡─½bu ÔÇÿalal-minbar, anß╣úit┼½ wasmaÔÇÿ┼½ wa aß╣¡─½ÔÇÿ┼½ raß©Ñimakumull─üh.

"Dan apabila khatib telah naik ke mimbar, diamlah, dengarkanlah, dan taatilah, semoga Allah merahmati kalian."

Rangkaian kalimat pengingat bagi jamaah ini dalam praktiknya di lapangan biasa diulang oleh bilal sebanyak tiga kali.

Artikel terkait

Rekomendasi