Manajer Pep Guardiola resmi menyudahi masa baktinya yang gemilang selama 10 tahun bersama Manchester City, seperti dilansir dari Media Indonesia pada Senin, 25 Mei 2026.
Pertandingan terakhir pelatih asal Spanyol tersebut ditutup dengan kekalahan tipis 1-2 dari Aston Villa di Stadion Etihad.
Meski gagal memberikan kado perpisahan manis di laga pemungkas, Guardiola pergi setelah membawa Manchester City finis di peringkat kedua Liga Premier Inggris serta mempersembahkan trofi FA Cup dan Carabao Cup musim ini.
Secara keseluruhan, juru taktik asal Katalan tersebut telah menyumbangkan total 20 trofi sepanjang sejarah emas klub, termasuk enam gelar juara Liga Primer Inggris.
Sebagai bentuk penghormatan, pihak manajemen klub juga telah memutuskan untuk mengganti nama Tribun Utara Stadion Etihad menjadi nama Pep Guardiola serta mengabadikan sosoknya lewat sebuah patung.
Dalam konferensi pers terakhirnya, Guardiola menegaskan keyakinan mutlak bahwa klub berada di posisi ideal untuk melanjutkan tradisi juara dan memastikan suksesornya akan menerima dukungan penuh tanpa syarat.
"Karena mereka keras kepala dan tahu persis apa yang ingin mereka lakukan," ujar Pep Guardiola.
Ia menambahkan bahwa manajemen klub sangat memahami peta persaingan yang ketat di kompetisi domestik maupun Eropa.
"Mereka tahu betul bahwa lawan-lawan di sini dan di Eropa sangat tangguh. Setiap trofi yang kami menangkan tidak kami anggap remeh. Kami memenangkan satu final melawan Arsenal dan final lainnya melawan Chelsea. Saya tidak akan mengatakan tidak ada tim yang bagus. Kami melawan tim seperti Aston Villa yang memenangkan Europa League dan merupakan tim top," kata Pep Guardiola.
Selain itu, mantan pelatih Barcelona tersebut menitipkan pesan mendalam kepada para pendukung setia The Citizens agar senantiasa mengapresiasi setiap pencapaian tim.
"Semua yang ingin saya katakan kepada para penggemar adalah nikmati setiap langkah, nikmati semua yang kalian lakukan. Jangan menunggu untuk memenangkan Liga Champions baru bisa bahagia, nikmati prosesnya. Saya tahu para pemain di sini akan melakukannya. Saya tahu itu," tutur Pep Guardiola.
Terkait sosok manajer baru yang akan menggantikannya nanti, Guardiola mengaku siap menyambutnya dengan tangan terbuka dan memberikan nasihat terbaik.
"Ketika klub memberi tahu saya siapa orangnya [suksesornya], saya akan meneleponnya. Saya akan mengatakan hal yang sama seperti yang saya katakan kemarin: jadilah dirimu sendiri. Klub akan mendukungmu tanpa syarat, yang merupakan pujian terbesar," ucap Pep Guardiola.
Ia juga menilai bahwa struktur kepemimpinan klub yang diisi oleh figur-figur seperti Txiki Begiristain, Hugo Viana, Ferran Soriano, hingga Khaldoon Al Mubarak akan memberikan perlindungan maksimal bagi pelatih baru.
"Semua manajer yang pernah berada di sini merasa beruntung dengan adanya Txiki dan sekarang Hugo, Ferran dengan semua pekerjaan yang telah dilakukannya, dan terutama Khaldoon. Jadilah dirimu sendiri, kamu akan dilindungi di momen-monen buruk, lebih dari di klub lain mana pun. Bebaskanlah ide-idemu, pergilah ke sana, dan bekerjalah yang banyak," sebut Pep Guardiola.
Guardiola menutup pernyataan persnya dengan menegaskan bahwa fondasi kuat yang ia bangun sejak pertama kali tiba di Manchester tidak akan goyah.
"Kami membangunnya ketika kami tiba di sini, selalu pesan saya adalah menangkan pertandingan itu. League One di Carabao Cup? Cobalah memenangkan pertandingan dan lihat apa yang terjadi kemudian, lalu melangkah maju. Itu adalah cara terbaik. Saya sangat yakin mengetahui orang-orang di sini, hal itu akan terjadi. Dan semuanya akan baik-baik saja. Semuanya," pungkas Pep Guardiola.
Guna merayakan pencapaian tim pria, wanita, dan akademi di musim 2025/2026, Manchester City mengonfirmasi akan menggelar parade bus atap terbuka pada Senin, 25 Mei 2026, disusul acara perayaan 'The After Party' di Co-op Live.