Masa depan kepemimpinan di Etihad Stadium kini berada di ujung tanduk. Manajer kawakan Pep Guardiola dilaporkan bakal menyudahi masa jabatannya sebagai pelatih kepala Manchester City begitu musim kompetisi ini berakhir.
Kabar mengejutkan mengenai masa depan juru taktik asal Spanyol tersebut dilansir dari Bola melalui laporan mendalam yang dirilis oleh media olahraga The Athletic.
Langkah perpisahan ini terbilang ironis lantaran Pep Guardiola baru saja mempersembahkan trofi Piala FA 2025-2026 untuk Manchester City pada Sabtu (16/5/2026) kemarin, usai menundukkan Chelsea di laga puncak.
Gelar Piala FA tersebut merupakan piala kedua yang berhasil diamankan oleh The Citizens sepanjang musim ini. Sebelumnya, anak-asuh Guardiola sukses mengamankan takhta Piala Liga Inggris atau Carabao Cup setelah mengalahkan Arsenal di partai final.
Namun, rentetan selebrasi dan pesta juara yang dirayakan oleh publik Manchester City tampaknya harus segera berganti dengan momen perpisahan yang emosional.
"Pep Guardiola akan meninggalkan posisinya sebagai manajer Manchester City musim panas ini, mengakhiri salah satu masa jabatan paling sukses dalam sejarah Premier League, dengan mantan bos Chelsea, Enzo Maresca, diperkirakan akan menggantikannya,"demikian tulis David Ornstein dan Sam Lee di The Athletic.
Arsitek taktik asal Santpedor, Spanyol tersebut memang telah menorehkan tinta emas yang bergelimang trofi sejak pertama kali menginjakkan kaki di Manchester pada tahun 2016 silam.
Selama satu dekade menangani tim, mantan pelatih Barcelona ini sukses mempersembahkan total 20 trofi bergengsi ke lemari juara klub, termasuk titel Piala FA yang baru saja mereka raih di Wembley.
Puncak kejayaan pria berusia 55 tahun itu terjadi pada musim 2022-2023. Saat itu, ia memimpin armada Manchester City merengkuh predikat treble jura yang sangat prestisius.
Kala itu, Erling Haaland dan kolega menyapu bersih gelar juara Liga Champions, Piala FA, serta Premier League dalam satu musim kompetisi yang sama.
Pencapaian fantastis tersebut membuat Manchester City menyamai rekor rival sekota mereka, Manchester United pada tahun 1999, sebagai tim Inggris yang mampu menyabet tiga gelar utama sekaligus.
Keputusan hengkang ini terhitung cukup mengejutkan mengingat ikatan kontrak sang manajer. Pep Guardiola sejatinya masih menyisakan masa bakti satu tahun lagi di Etihad, atau tepatnya hingga Juni 2027 mendatang.
Sinyal serta pertanyaan mengenai kelanjutan karier sang manajer sebenarnya sempat mengemuka sesaat setelah peluit panjang laga final Piala FA akhir pekan lalu dibunyikan.
Pertanyaan sensitif tersebut dilontarkan secara langsung oleh reporter TNT Sports, Laura Wood, dalam sesi wawancara di pinggir lapangan Stadion Wembley seusai laga sengit antara Chelsea melawan Man City.
Mendengar pertanyaan mengenai masa depannya, Guardiola memperlihatkan gestur kebingungan sembari melemparkan jawaban dengan nada sedikit bercanda.
Ia sempat menengok ke arah kiri dan kanan sebelum akhirnya merespons pertanyaan pemburu berita tersebut.
"Rumor apa? Semoga malam Anda menyenangkan"ujar Guardiola singkat.
Di sisi lain, gelandang jangkar veteran kepunyaan Man City, Bernardo Silva, hanya bisa memberikan doa terbaik bagi sang mentor ketika dicecar pertanyaan serupa mengenai masa depan sang pelatih.
"Dia mengubah cara pandang saya terhadap sepak bola. 80 persen karier saya dihabiskan bersamanya sebagai manajer,"ucap Bernardo Silva soal Guardiola, dilansir dari Sky Sports.
"Semua hal yang ingin saya capai adalah berkat dia. Hubungan kami sangat kuat, baik dalam suka maupun duka."tutur pemain internasional Portugal tersebut.
"Saya sangat peduli dengan Man City. Itu keputusannya. Bukan hak saya untuk komentarkan tentang itu."sambung Silva.
"Saya berharap yang terbaik untuknya. Saya senang bersamanya dan telah berbagi semua momen ini bersama,"kata Bernardo Silva yang juga sudah dikonfirmasi bakal angkat kaki dari skuad Manchester City pada akhir musim ini.
Seiring dengan kabar kepergian sang manajer, manajemen klub bergerak cepat mencari suksesor sepadan. Nama Enzo Maresca kini mencuat sebagai kandidat paling kuat untuk mengisi kursi panas yang ditinggalkan Guardiola.
Maresca bukanlah sosok yang asing bagi publik Etihad Stadium. Pria asal Italia tersebut tercatat pernah menduduki posisi sebagai asisten pelatih Pep Guardiola pada musim kompetisi 2022.
Selain itu, ia juga sempat dipercaya untuk menukangi tim kelompok umur U21 Manchester City pada musim 2020-2021 sebelum akhirnya memutuskan berkarier sebagai pelatih kepala di klub lain.
Rekam jejak kepelatihan Maresca terbilang cukup mentereng dalam beberapa musim terakhir di kancah domestik maupun kompetisi Eropa.
Ia sukses mengantarkan Leicester City promosi kembali ke kasta tertinggi Premier League pada musim 2023-2024 setelah sempat terdegradasi ke divisi Championship.
Setelah melatih Leicester, Maresca melanjutkan tren positifnya dengan membawa Chelsea merengkuh trofi UEFA Conference League musim 2024-2025 serta memenangi kejuaraan Piala Dunia Klub pada tahun 2025.