Pep Guardiola dilaporkan membuka diri terhadap peluang untuk menjadi juru taktik Timnas Italia di masa depan. Meskipun demikian, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) memerlukan sokongan dana yang masif untuk merealisasikan ambisi mendatangkan manajer kelas dunia tersebut.
Kabar ketertarikan ini dilansir dari Detik Sport yang mengutip laporan La Gazzetta dello Sport dan Football Italia. Guardiola, yang saat ini masih memiliki masa kerja di Manchester City hingga 2027, disebut bersedia mendengarkan tawaran kerja sama dari pihak FIGC.
Kaitan emosional Guardiola dengan Italia memang cukup kuat karena ia pernah berkarier di kompetisi Serie A saat membela Brescia dan AS Roma. Selain itu, kemampuan bahasa Italia yang fasih membuatnya diyakini tidak akan menghadapi kendala komunikasi jika terpilih memimpin Gli Azzurri.
Hambatan utama dalam negosiasi ini terletak pada besaran gaji sang pelatih yang sangat fantastis. Nilai kontrak Guardiola saat ini dianggap berada di luar jangkauan finansial yang selama ini diterapkan oleh otoritas sepak bola Italia.
Sebagai perbandingan, FIGC tercatat pernah memberikan gaji tertinggi sebesar 3 juta Euro per tahun kepada Roberto Mancini. Angka tersebut pun baru diberikan setelah Mancini sukses mengantarkan Italia meraih gelar juara Piala Eropa pada tahun 2021.
Pelatih Italia saat ini, Luciano Spalletti, diketahui menerima bayaran sekitar 2,8 juta Euro per tahun. Sementara itu, Gennaro Gattuso bahkan hanya dibayar 800 ribu Euro, angka yang sangat kontras dengan gaji Guardiola di Manchester City yang mencapai 14 juta Euro ditambah bonus per tahun.
Opsi Sponsor dan Kandidat Alternatif
Demi menutupi celah finansial tersebut, FIGC diprediksi akan mencari dukungan dari pihak sponsor pihak ketiga. Strategi ini bukan pertama kalinya dilakukan oleh federasi dalam upaya mendatangkan pelatih berprofil tinggi.
Ketika Antonio Conte menjabat pada periode 2014-2016, sebagian dari gajinya yang mencapai 4,5 juta Euro ditanggung oleh Puma. Menariknya, meski Guardiola kini menjadi ikon global Puma, FIGC telah mengalihkan kerja sama sponsor teknis mereka ke Adidas sejak 2023.
Selain nama Guardiola, muncul pula spekulasi mengenai kandidat lain seperti kembalinya Antonio Conte atau Massimiliano Allegri. Kepastian mengenai arah kebijakan teknis Timnas Italia ini baru akan menemui titik terang setelah agenda pemilihan Presiden FIGC yang dijadwalkan pada Juni mendatang.