Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menegaskan komitmen klub untuk mempertahankan Phil Foden di tengah penurunan performa sang pemain sepanjang tahun 2026. Guardiola memastikan tidak memiliki niat sedikit pun untuk menyingkirkan gelandang asal Inggris tersebut dari skuat The Citizens.
Dilansir dari Detik Sport, kontribusi Foden mengalami penurunan signifikan setelah pergantian tahun dengan hanya mencatatkan satu assist tanpa mencetak gol di Liga Inggris. Secara keseluruhan, pemain berusia 25 tahun itu baru mengemas tujuh gol dan dua assist sepanjang musim ini.
Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya menit bermain Foden yang hanya menjadi starter sebanyak dua kali dalam 12 pertandingan terakhir. Guardiola lebih memilih memainkan Rayan Cherki sebagai gelandang serang, sementara kedatangan Antoine Semenyo pada Januari memperketat persaingan di posisi sayap kanan.
Manchester City saat ini menempati peringkat kedua klasemen sementara Liga Inggris dengan koleksi 71 poin, tertinggal lima angka dari Arsenal di puncak. Meski persaingan gelar juara semakin ketat, Guardiola tetap memberikan dukungan penuh agar jebolan akademi tersebut segera bangkit.
"Saya sudah berkali-kali mengatakan, tidak ada keraguan tentang Phil dan dampaknya. Dia adalah pemain binaan akademi yang sangat penting dalam musim-musim kami bersama," ujar Guardiola, manajer Manchester City.
Pelatih asal Spanyol tersebut menaruh keyakinan besar bahwa Foden akan segera menemukan sentuhan terbaiknya kembali. Keyakinan ini didasari pada rekam jejak panjang sang pemain yang telah mencatatkan 365 penampilan dengan kontribusi 110 gol dan 66 assist bagi klub.
"Saya berharap dari lubuk hati saya yang terdalam dia bisa kembali dan memainkan tahun-tahun terbaiknya bersama kami dan membantu tim untuk terus menjadi seperti yang seharusnya," jelas Guardiola, manajer Manchester City.
Foden tercatat telah mengoleksi berbagai gelar bergengsi selama berkarier di Stadion Etihad, termasuk enam trofi Liga Inggris dan satu gelar Liga Champions. Kontribusi masa lalunya menjadi alasan kuat manajemen tetap mempertahankan sang pemain demi membantu tim mengejar ketertinggalan poin di sisa musim.