Jaksa Agung AS Selidiki Dugaan Manipulasi Tiket Piala Dunia 2026

Jaksa Agung AS Selidiki Dugaan Manipulasi Tiket Piala Dunia 2026
Foto: Ilustrasi Jaksa Agung AS Selidiki Dugaan Manipulasi Tiket Piala Dunia 2026.

Jaksa Agung New York dan New Jersey resmi meluncurkan penyelidikan terhadap Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) terkait dugaan praktik manipulasi harga tiket Piala Dunia 2026 secara artifisial, Kamis (28/5).

Penyelidikan hukum ini mencuat setelah adanya laporan lonjakan harga yang tidak wajar serta klasifikasi kategori kursi penonton yang dianggap menipu konsumen, seperti dilansir dari Media Indonesia.

Otoritas hukum setempat menyoroti langkah badan pengatur sepak bola dunia tersebut yang dituduh sengaja memberikan informasi menyesatkan kepada para penggemar demi mendongkrak keuntungan finansial.

Kritik tajam disampaikan oleh Jaksa Agung New Jersey, Jennifer Davenport, yang menilai proses penjualan tiket turnamen akbar ini sangat membingungkan publik.

"persemakmuran kebingungan" tegas Jennifer Davenport, Jaksa Agung New Jersey.

Davenport menambahkan bahwa mekanisme tersebut sengaja menciptakan kelangkaan palsu agar harga tiket melambung setinggi mungkin.

Berdasarkan data operasional dari penyelidikan, otoritas menemukan indikasi penggelembungan harga tiket rata-rata sebesar 34 persen untuk sekitar 90 dari 104 pertandingan yang dijadwalkan.

Pihak kejaksaan juga menemukan kejanggalan berupa peluncuran kategori tiket 'depan' berbiaya jauh lebih mahal yang baru dirilis setelah fase penjualan awal selesai.

Komisaris Departemen Perlindungan Konsumen dan Pekerja Kota New York (DCWP), Samuel AA Levine, menyatakan pihaknya memberikan atensi penuh terhadap dugaan perilaku menipu tersebut.

"Penggemar harus dapat percaya bahwa tiket yang mereka beli sesuai dengan apa yang mereka terima, tanpa adanya manipulasi harga," tegas Samuel AA Levine, Komisaris Departemen Perlindungan Konsumen dan Pekerja Kota New York (DCWP).

Levine menyampaikan hal tersebut untuk memastikan perlindungan bagi para pembeli dari eksploitasi ekonomi selama turnamen berlangsung.

Fokus utama pemeriksaan kini diarahkan pada delapan pertandingan yang akan digelar di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, termasuk laga final.

Selain masalah tiket, akomodasi dan biaya transportasi publik dari Stasiun Penn Manhattan menuju stadion turut memicu konflik serta kritik dari Gubernur New Jersey, Mikie Sherrill.

Data Aspek Ekonomi Turnamen
Aspek EkonomiDetail Temuan
Kenaikan Harga Rata-rata34% di berbagai fase penjualan
Lokasi UtamaStadion MetLife (New Jersey)
Status TiketTersedia di 86 dari 104 pertandingan (per 27 Mei 2026)
Isu TransportasiTarif kereta khusus sempat diusulkan US$150 (turun ke US$98)

Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelumnya mengeluarkan pernyataan yang membela kebijakan penentuan tarif tiket pertandingan tersebut.

"luar biasa" kata Gianni Infantino, Presiden FIFA.

Infantino mengklaim bahwa tingginya biaya tiket tersebut merupakan cerminan nyata dari besarnya minat publik di kawasan Amerika Utara.

Hingga saat ini, pihak organisasi sepak bola global tersebut menolak memberikan komentar lanjutan terkait panggilan pengadilan dan permintaan dokumen internal dari Jaksa Agung Letitia James dan Jennifer Davenport.

Artikel terkait

Rekomendasi