Baterai Melemah Bukan Faktor Tunggal Mobil Hybrid Boros BBM

Baterai Melemah Bukan Faktor Tunggal Mobil Hybrid Boros BBM
Foto: Ilustrasi Baterai Melemah Bukan Faktor Tunggal Mobil Hybrid Boros BBM.

Penurunan efisiensi bahan bakar pada kendaraan hybrid sering dikaitkan dengan kondisi baterai yang melemah, meskipun terdapat berbagai faktor teknis lain yang turut memengaruhi konsumsi bensin. Masalah ini menjadi perhatian para pemilik kendaraan sebagaimana dilaporkan Otomotif pada Selasa, 28 April 2026.

Sistem penggerak pada mobil hybrid mengandalkan kolaborasi antara mesin pembakaran internal dan motor listrik. Kenaikan konsumsi bahan bakar terjadi saat motor listrik tidak mampu memberikan dukungan tenaga maksimal akibat daya baterai yang menyusut, sehingga membebani kinerja mesin bensin.

Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Hariadi menjelaskan bahwa sistem pada model seperti Suzuki Ertiga Hybrid menggabungkan kedua sumber tenaga tersebut. Gangguan pada salah satu komponen dipastikan bakal berdampak langsung pada tingkat efisiensi kendaraan.

"Memang benar bahwa baterai hybrid yang mulai melemah dapat menyebabkan konsumsi BBM meningkat, tapi tidak mutlak, ada kemungkinan faktor lain mempengaruhi," ucap Hariadi, Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Penurunan performa baterai mengakibatkan bantuan tenaga listrik berkurang sehingga mesin bensin bekerja lebih berat secara mandiri. Namun, Hariadi menekankan bahwa diagnosis kerusakan baterai tidak bisa hanya didasarkan pada tingkat konsumsi bahan bakar semata.

Beberapa gejala penyerta yang menandakan baterai melemah meliputi tidak aktifnya fitur idle stop, penurunan indikator baterai yang drastis, serta akselerasi yang terasa lebih berat. Selain kendala teknis, perilaku pengemudi di jalan raya memegang peranan krusial terhadap keiritan kendaraan.

"Selain faktor baterai, gaya berkendara juga sangat berpengaruh. Mengemudi secara agresif dengan sering menekan pedal gas dalam akan membuat mesin bensin lebih dominan bekerja," ucap Hariadi, Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Kondisi eksternal seperti kemacetan lalu lintas yang parah dan kebiasaan melakukan perjalanan jarak pendek juga menuntut tenaga lebih besar dari mesin. Di sisi lain, pengabaian terhadap perawatan komponen dasar mesin dapat menjadi beban tambahan bagi efisiensi sistem hybrid.

Penyebab lain yang sering luput dari perhatian adalah kondisi filter udara yang kotor, busi yang mulai lemah, atau gangguan pada sistem pembakaran. Tekanan udara pada ban yang kurang serta muatan beban kendaraan yang berlebih turut berkontribusi meningkatkan konsumsi bensin.

"Penting sekali melakukan perawatan berkala di bengkel resmi, tujuannya untuk memastikan semua sistem bekerja dengan optimal," ucap Hariadi, Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Pemilik kendaraan juga perlu mewaspadai adanya potensi kerusakan pada sensor atau gangguan pada sistem manajemen hybrid. Jika sistem manajemen tidak berfungsi normal, efisiensi bahan bakar akan merosot meskipun kondisi fisik baterai masih dalam keadaan baik.

"Tanda bila ada masalah pada baterai akan muncul indikator atau pemberitahuan di speedometer terkait kesehatan baterai, bila tanda itu muncul konsumen perlu ke bengkel resmi," ucap Hariadi, Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Meskipun umur baterai merupakan faktor penting yang memiliki masa pakai panjang, diagnosis akhir penyebab borosnya BBM tetap harus merujuk pada indikator resmi di dashboard. Pemeriksaan menyeluruh di bengkel resmi diperlukan untuk membedakan antara masalah baterai atau sekadar pengaruh faktor eksternal.

Artikel terkait

Rekomendasi