Korsleting dan Masalah Karburator Picu Kebakaran Harley-Davidson Lawas

Korsleting dan Masalah Karburator Picu Kebakaran Harley-Davidson Lawas
Foto: Ilustrasi Korsleting dan Masalah Karburator Picu Kebakaran Harley-Davidson Lawas.

Risiko kebakaran pada sepeda motor besar model lawas kini menjadi perhatian serius akibat kerentanan teknis pada komponen penunjang mesin. After Sales Manager Indomobil Harley-Davidson of Jakarta, Imam Budihardjo, mengungkapkan faktor pemicu utama api pada Senin (27/4/2026).

Insiden tersebut umumnya dipicu oleh hubungan arus pendek atau korsleting listrik yang posisinya berdekatan dengan komponen karburator. Kondisi ini diperparah oleh akumulasi uap bensin yang sangat mudah tersulut di area mesin panas, sebagaimana dilansir dari Otomotif.

"Kalau yang pernah saya alami, ada korsleting dan dekat karburator. Uap bensin ditambah percikan api sama dengan kebakaran," ujar Imam Budihardjo, After Sales Manager Indomobil Harley-Davidson of Jakarta.

Bahaya utama justru terletak pada uap bensin dalam bentuk gas karena sifatnya yang sudah bercampur dengan oksigen. Proses penyulutan api atau ledakan pada fase gas ini diklaim terjadi jauh lebih cepat dibandingkan dengan bensin dalam bentuk cair.

Risiko ini tercatat lebih tinggi pada model mesin Evolution yang terakhir diproduksi pada tahun 1998. Faktor usia komponen yang mencapai puluhan tahun membuat bagian selang bahan bakar menjadi getas dan rentan mengalami perembesan.

"Bensin bisa rembes dari selang yang sudah termakan umur tapi belum diganti. Padahal selang bensin asli HD itu ukurannya inci dan memiliki rajutan benang di dalamnya untuk kekuatan," ucap Imam Budihardjo, After Sales Manager Indomobil Harley-Davidson of Jakarta.

Masalah lain yang muncul akibat usia kendaraan adalah melonggarnya kabel dan soket kelistrikan. Jalur kabel pada Harley-Davidson yang melintasi bagian atas mesin sangat rawan terdampak getaran besar mesin, sehingga memicu percikan api dari sambungan yang kendur.

Konstruksi mesin motor ini menempatkan kabel kelistrikan tepat di sela-sela antara mesin dan tangki bensin, berbeda dengan mesin mobil yang kabelnya bisa ditempatkan di sisi samping. Kerusakan juga kerap ditemukan pada sektor karburator yang luber akibat kelalaian pemilik.

"Kapasitas mesin besar, pendingin udara, dan getaran besar adalah kombinasi risiko. Namun, selama dirawat rutin dan ada peremajaan komponen, sebenarnya aman-aman saja. Masalahnya sering kali karena kurang peremajaan," kata Imam Budihardjo, After Sales Manager Indomobil Harley-Davidson of Jakarta.

Pemilik kendaraan disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin pada jalur kabel dan penggantian selang bensin secara berkala. Peremajaan komponen menjadi langkah wajib untuk menghindari kerugian materiil akibat potensi kebakaran di jalan raya.

Artikel terkait

Rekomendasi