Kanker usus besar atau kanker kolorektal merupakan jenis kanker yang tumbuh pada area lapisan dalam usus besar serta rektum. Penyakit ini umumnya bermula dari kemunculan polip atau benjolan kecil yang berkembang dalam waktu yang relatif lambat.
Dikutip dari Detik Health, proses perubahan dari polip prakanker hingga menjadi polip kanker yang memicu gejala klinis membutuhkan waktu sekitar 10 tahun. Saat ini, ancaman kanker kolorektal tidak lagi identik dengan kelompok lanjut usia saja.
Fenomena medis terkini menunjukkan bahwa kanker usus besar mulai menyerang pasien dengan kelompok usia di bawah 40 tahun, bahkan ditemukan pada usia 20-an.
Penyakit ini bermula ketika terjadi mutasi genetik yang mengubah sel-sel sehat di dalam usus besar menjadi sel kanker. Seiring berjalannya waktu, sel kanker tersebut akan tumbuh menembus lapisan otot serta jaringan dinding usus hingga menyebar ke area luar usus besar.
Dosen Fakultas Kedokteran IPB University, dr Sulpiana, MBiomed, menjelaskan bahwa kanker kolorektal dapat dipicu oleh faktor genetik maupun penerapan gaya hidup yang tidak sehat.
Faktor risiko genetik berkaitan erat dengan riwayat kesehatan keluarga yang pernah mengidap kanker.
Sementara itu, pemicu dari sisi gaya hidup sangat dipengaruhi oleh kurangnya aktivitas fisik dan pola makan yang tidak seimbang.
"Hal itu yang berkontribusi signifikan dalam meningkatkan risiko kanker kolorektal pada usia muda," ujar dr Sulpiana, MBiomed.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Kemunculan kanker usus besar dapat diidentifikasi melalui sejumlah gejala fisik pada tubuh. Pasien biasanya akan mengalami sakit perut, kondisi perut kembung, serta munculnya darah pada atau di dalam tinja.
Perubahan juga terjadi pada warna dan bentuk tinja yang cenderung menyempit. Gejala lainnya meliputi sembelit, sensasi seperti kotoran belum sepenuhnya keluar setelah buang air besar, tubuh terasa lemah, hingga penurunan berat badan secara drastis tanpa sebab yang jelas.
Tingkatan Stadium Kanker Usus Besar
Perkembangan penularan dan ukuran kanker usus besar dibagi menjadi empat stadium utama sebagai berikut:
Stadium I
Pada tahap awal, kanker telah tumbuh ke dalam bagian dinding usus. Kendati demikian, sel kanker belum menyebar ke luar lapisan otot ataupun menyerang kelenjar getah bening yang berada di sekitarnya.
Stadium II
Stadium II A ditandai dengan kanker yang telah menyebar melalui sebagian besar dinding usus besar, namun belum mencapai lapisan luar dinding. Pada Stadium II B, kanker sudah menyebar ke lapisan luar atau berhasil menembus dinding usus. Sementara pada Stadium II C, sel kanker telah menyebar hingga ke organ-organ terdekat.
Stadium III
Tahap ini menunjukkan sel kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening, yang terbagi dalam tiga sub-stadium.
Stadium III A terjadi saat kanker berada di lapisan pertama atau kedua dinding usus besar dan menyebar ke satu hingga empat kelenjar getah bening.
Stadium III B menandakan kanker memengaruhi lebih banyak lapisan dinding usus besar, tetapi baru menyerang satu hingga tiga kelenjar getah bening. Tahap ini juga mencakup kondisi kanker yang memengaruhi lebih sedikit lapisan dinding namun telah menyebar ke empat atau lebih kelenjar getah bening.
Pada Stadium III C, kanker telah berada di lapisan luar atau lapisan terluar berikutnya dari usus besar serta menyerang empat atau lebih kelenjar getah bening, termasuk menyebar ke organ terdekat.
Stadium IV
Ini merupakan stadium akhir di mana kanker telah menyebar ke area tubuh yang jauh seperti paru-paru, hati, atau ovarium.
Stadium IV A mengindikasikan kanker telah menyebar ke satu organ atau kelenjar getah bening yang jauh. Stadium IV B berarti kanker telah berpindah ke lebih dari satu organ dan menyerang lebih banyak kelenjar getah bening. Terakhir, Stadium IV C menunjukkan kanker telah memengaruhi organ jauh, kelenjar getah bening, sekaligus jaringan perut.