Bapanas Salurkan 371 Ribu Ton Beras SPHP hingga April 2026

Bapanas Salurkan 371 Ribu Ton Beras SPHP hingga April 2026
Foto: Ilustrasi Bapanas Salurkan 371 Ribu Ton Beras SPHP hingga April 2026.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat realisasi penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras telah menyentuh angka 371,2 ribu ton hingga April 2026. Langkah ini dilakukan pemerintah untuk menjamin ketersediaan pangan tanpa jeda waktu penyaluran selama masa transisi tahun anggaran.

Dilansir dari Detik Finance, total penyaluran tersebut terdiri dari dua tahapan pelaksanaan yang berbeda. Penyaluran pada periode Januari hingga Februari mencapai 221 ribu ton sebagai perpanjangan program tahun sebelumnya, sementara periode Maret hingga 25 April telah menyalurkan 150,2 ribu ton beras.

Direktur SPHP Bapanas, Maino Dwi Hartono, menjelaskan bahwa skema penyaluran tahun ini memungkinkan keterlibatan pihak distributor dari unsur Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Langkah ini diambil untuk mempercepat distribusi ke berbagai wilayah.

"Pertama, program SPHP beras bahwa di 2026 untuk penyaluran SPHP beras, sudah boleh melalui distributor, khususnya BUMN dan BUMD. Jadi kami harapkan keterlibatan pemerintah daerah yang memiliki BUMD terkait ini," kata Maino, Kamis (30/4/2026).

Perluasan kanal distribusi juga menyasar sektor ritel modern untuk memastikan jangkauan pasar yang lebih luas bagi masyarakat. Pihak otoritas telah melakukan koordinasi dengan jaringan ritel nasional guna mendukung kelancaran stok di gerai-gerai mereka.

"Yang kedua, kaitan dengan SPHP beras di ritel modern, kami sudah koordinasi dengan Asosiasi Jaringan Ritel Modern. Tentunya ini juga akan mendorong penyaluran di seluruh jaringan ritel modern yang ada. Yang berikutnya, di tingkat pengecer bahwa penyaluran beras SPHP ini diprioritaskan untuk di pengecer-pengecer pasar rakyat," imbuh Maino.

Terkait kondisi harga, Badan Pusat Statistik (BPS) mengidentifikasi adanya kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras di 109 kabupaten dan kota hingga pekan keempat April. Namun, analisis Bapanas menunjukkan hanya 52 wilayah yang harganya melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk kategori beras medium.

Data Bapanas per 28 April menunjukkan tren penurunan harga dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu di seluruh zona wilayah. Di Zona I, harga rata-rata berada di level Rp 12.998 per kilogram, sementara di Zona II mencapai Rp 13.618 per kilogram, dan Zona III tercatat sebesar Rp 14.957 per kilogram.

Perbandingan Harga Beras Medium per 28 April 2026
Wilayah PenyaluranHarga April 2026 (per kg)Harga Tahun Sebelumnya (per kg)
Zona I (Jawa, Lampung, NTB, Bali, Sulsel, Sulawesi)Rp 12.998Rp 13.070
Zona II (Sumatera, NTT, Kalimantan)Rp 13.618Rp 14.113
Zona III (Maluku, Papua)Rp 14.957Rp 15.937

Kekuatan instrumen intervensi pemerintah saat ini didukung oleh cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog sebesar 5,08 juta ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2,4 juta ton berasal dari hasil pengadaan produksi petani dalam negeri.

Artikel terkait

Rekomendasi