Malut United mencatatkan rapor merah dalam lanjutan kompetisi Super League musim ini. Performa tim yang dijuluki Laskar Kie Raha tersebut mengalami kemerosotan tajam jika dibandingkan dengan pencapaian mereka pada paruh pertama musim.
Dilansir dari Bola, tim besutan Hendri Susilo ini kini hanya mampu meraih rata-rata satu poin per pertandingan di putaran kedua. Padahal, pada paruh pertama, mereka sukses membukukan rata-rata dua poin per laga dan sempat menjadi kandidat kuat juara.
Kondisi ini diperparah dengan kekalahan terbaru saat menjamu Persebaya di Ternate pada Kamis (23/4/2026). Dalam laga kandang tersebut, Malut United dipaksa menyerah dengan skor 0-2, yang sekaligus menjadi kekalahan ketiga secara beruntun bagi mereka.
Statistik menunjukkan perbedaan mencolok antara dua fase kompetisi tersebut. Dari 17 pertandingan di putaran pertama, Laskar Kie Raha mampu mengumpulkan 34 poin hasil dari 10 kemenangan, empat imbang, dan tiga kekalahan.
Sebaliknya, dalam 12 laga yang sudah dijalani di putaran kedua, perolehan mereka merosot menjadi 12 poin saja. Malut United tercatat hanya memenangkan tiga pertandingan, meraih tiga hasil imbang, dan menelan enam kekalahan.
Penurunan konsistensi ini membuat peluang juara Malut United dipastikan tertutup. Fokus tim kini beralih sepenuhnya untuk mengamankan posisi di zona lima besar klasemen dari kejaran tim-tim di bawahnya.
Gelandang Malut United, Wbeymar Angulo, memberikan tanggapannya mengenai situasi pelik yang sedang dihadapi timnya. Pemain berusia 34 tahun tersebut menyadari bahwa tren negatif ini memberikan tekanan besar bagi seluruh elemen klub.
"Deretan kekalahan dan hasil negatif membawa kami ke situasi sulit. Tentu kondisi ini sulit bagi semua pemain, fans, dan semua orang yang mendukung Malut United," katanya dalam jumpa pers usai laga melawan Persebaya melansir BolaSport, Kamis (23/4).
Meskipun demikian, mantan pemain tim nasional Armenia tersebut mengajak rekan-rekannya untuk segera bangkit. Ia menekankan pentingnya kebersamaan tim untuk melewati periode buruk ini dan kembali ke jalur kemenangan.
"Jangan terlarut dalam keterpurukan di tengah situasi sulit ini. Malut United bisa bangkit jika kita bersama," ujar Angulo.
Target Kebangkitan Melawan PSBS Biak
Laga pekan depan melawan PSBS Biak yang dijadwalkan pada Selasa (28/4) di Stadion Maguwoharjo, Sleman, dipandang sebagai momentum krusial. Angulo meyakini bahwa timnya memiliki pengalaman yang cukup untuk mengatasi krisis prestasi.
"Kami perlu bangkit bersama dan berusaha memenangi pertandingan. Malut United memiliki pengalaman keluar dari masa sulit dan kami harus melakukannya lagi sekarang," tegasnya.
Malut United kini memiliki lima pertandingan sisa yang akan menentukan posisi akhir mereka di klasemen. Secara berurutan, Laskar Kie Raha akan menghadapi tantangan dari PSBS Biak, Persis Solo, PSIM Yogyakarta, Persita Tangerang, dan terakhir Borneo FC.