PT Suzuki Indomobil Sales mencatatkan pertumbuhan penjualan sepeda motor sebesar 32 persen pada periode Januari hingga Maret 2026 di tengah tren penurunan pasar otomotif nasional. Dilansir dari Otomotif, peningkatan performa ini dipicu oleh mulai terdistribusinya unit kendaraan kepada konsumen yang sebelumnya mengantre.
Data internal perusahaan menunjukkan volume penjualan mencapai angka 4.500 unit selama tiga bulan pertama tahun ini. Capaian tersebut berbanding terbalik dengan kondisi pasar secara keseluruhan yang justru mengalami tekanan signifikan pada periode yang sama.
"Penjualan motor Suzuki (year to date) Januari-Maret 2026 sekitar 4.500-an unit, naik 32 persen dibanding 2025," ujar Teuku Agha, 2W Sales & Marketing Department Head PT Suzuki Indomobil Sales, Selasa (21/4/2026).
Lonjakan pengiriman barang terjadi karena Suzuki mulai memenuhi permintaan konsumen untuk dua model andalan, yakni Access 125 dan V-Strom 250 SX. Kedua produk tersebut sebelumnya sempat mengalami kendala ketersediaan stok yang mengakibatkan daftar tunggu cukup panjang.
"Faktornya inden yang mulai terpenuhi. Access 125 dan Vstrom 250 SX kan kemarin kan inden. Efek dari itu, jadi barang datang langsung habis. Itu yang menambah volume," kata Agha.
Meskipun distribusi mulai lancar, Agha mengungkapkan bahwa saat ini konsumen masih harus menunggu untuk mendapatkan unit di level diler. Namun, sebagian besar pesanan dari pameran otomotif tahun lalu sudah diselesaikan oleh perusahaan.
"Inden sejauh ini masih di atas dua bulan sepertinya. Tapi sepertinya Mei dan Juni bisa tutupi inden sebagian besar," ucap Agha.
Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memperlihatkan kontrasnya performa Suzuki dengan pasar nasional yang melemah pada Maret 2026. Penjualan motor secara nasional pada bulan ketiga tersebut hanya menyentuh 448.974 unit, merosot sekitar 23 persen jika dibandingkan perolehan pada Februari.
Secara kumulatif, total penjualan motor di Indonesia pada Kuartal I/2026 terkumpul sebanyak 1.614.091 unit. Angka ini menunjukkan penurunan jika disandingkan dengan perolehan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mampu menembus 1.683.262 unit.