Pasar sepeda motor domestik mencatatkan performa gemilang pada April 2026 dengan tren pertumbuhan yang positif. Kondisi ini menjadi titik balik setelah sempat mengalami kelesuan pada bulan sebelumnya.
Data dari Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) yang dilansir dari Otomotif menunjukkan distribusi motor nasional pada April 2026 menembus angka 520.972 unit. Pencapaian ini mencerminkan kenaikan sebesar 16 persen jika disandingkan dengan perolehan Maret 2026 yang hanya sebesar 448.974 unit.
Lonjakan minat konsumen tidak hanya terlihat dari perbandingan bulanan, namun juga nampak signifikan secara year on year (YoY). Pertumbuhan tahunan tercatat naik drastis sebesar 28 persen dibandingkan periode April 2025 yang kala itu hanya membukukan penjualan 406.691 unit.
Geliat pasar pada bulan keempat tersebut memberikan dampak instan pada total capaian kumulatif sepanjang awal tahun ini. Penjualan motor nasional periode Januari hingga April 2026 kini telah mencapai total 2.135.063 unit.
Angka distribusi tersebut melampaui catatan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, total pengiriman motor domestik pada Januari-April 2025 tertahan di level 2.089.953 unit.
Secara year to date (YtD), performa industri kendaraan roda dua ini mengalami ekspansi sekitar 2,2 persen. Tren kenaikan ini memberikan optimisme bagi para pelaku industri otomotif di tanah air hingga akhir tahun nanti.
Target dan Proyeksi Pasar Hingga Akhir Tahun
Pihak asosiasi tetap memantau berbagai variabel ekonomi yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat ke depan. Meskipun menunjukkan tren penguatan, proyeksi akhir tahun tetap mengacu pada perhitungan yang realistis.
"With mempertimbangkan berbagai kondisi dan tantangan yang potensial terjadi di tahun ini, kami memproyeksikan pasar sepeda motor domestik akan relatif stabil tahun ini di angka 6,4 juta-6,7 juta unit," kata Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial AISI.
Pernyataan tersebut menekankan bahwa meski terjadi lonjakan di awal kuartal kedua, target tahunan tetap dipatok pada angka yang stabil. Fokus industri saat ini adalah menjaga konsistensi distribusi di tengah dinamika tantangan global maupun lokal.