Penjualan Harley-Davidson Turun Layanan Purnajual Melonjak 120 Persen

Penjualan Harley-Davidson Turun Layanan Purnajual Melonjak 120 Persen
Foto: Ilustrasi Penjualan Harley-Davidson Turun Layanan Purnajual Melonjak 120 Persen.

PT JLM Auto Indonesia selaku distributor resmi Harley-Davidson melaporkan penurunan angka penjualan unit sepanjang tahun 2025 akibat tekanan ekonomi global dan domestik pada Senin (20/4/2026) di Jakarta. Meski pasar motor baru melemah, lini purnajual perusahaan justru mencatatkan pertumbuhan signifikan mencapai 120 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kondisi pasar otomotif premium saat ini dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi nilai tukar mata uang asing yang tidak menguntungkan bagi importir. Dilansir dari Otomotif, faktor-faktor tersebut menjadi penghambat utama bagi konsumen dalam melakukan pembelian unit baru di tanah air.

Operations Director PT JLM Auto Indonesia, Irvino Edwardly, memberikan penegasan mengenai sikap perusahaan dalam menghadapi tantangan pasar yang diperkirakan masih akan berlanjut tahun ini.

ÔÇ£Kami sih tetap positif ya, walaupun kami melihat ini pasti tetap merupakan tahun yang challenging,ÔÇØ ujar Irvino Edwardly, Operations Director PT JLM Auto Indonesia.

Pihak manajemen memilih strategi yang tidak terlalu agresif namun tetap menargetkan pencapaian yang setara dengan perolehan tahun lalu meski harus menghadapi regulasi dan situasi ekonomi yang sulit.

ÔÇ£Terutama kalau kita melihat sekarang dengan regulasi, kondisi global yang terjadi peperangan, minyak dunia, forex yang juga tidak favorable. Tentunya kami coba untuk bisa tidak terlalu agresif tapi tetap optimis. Kami mau pencapaian minimum sama atau lebih dari tahun lalu,ÔÇØ kata Irvino Edwardly, Operations Director PT JLM Auto Indonesia.

Irvino mengakui bahwa penurunan volume penjualan memang terjadi pada tahun lalu, yang secara langsung dipengaruhi oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam skema pembelian unit.

ÔÇ£(Penjualan tahun lalu) tentunya terjadi penurunan. Tapi penurunannya dibandingkan dengan industri, kami jauh lebih beruntung karena secara penurunannya masih sesuatu angka yang lebih baik. Faktornya tentunya regulasi, kondisi global, dan faktor forex karena pembelian kita dengan dolar AS,ÔÇØ ucap Irvino Edwardly, Operations Director PT JLM Auto Indonesia.

Di tengah melambatnya arus keluar unit baru, aktivitas di bengkel resmi justru mengalami lonjakan besar karena banyak pemilik motor yang memilih untuk melakukan perawatan intensif dan personalisasi kendaraan.

ÔÇ£Dari sisi aftersales, Harley-Davidson Indonesia juga tumbuh sangat solid. Parts and service contohnya tumbuh 120 persen dibandingkan dengan tahun lalu,ÔÇØ kata Irvino Edwardly, Operations Director PT JLM Auto Indonesia.

Fenomena ini mengindikasikan bahwa suku cadang kini menjadi elemen utama bagi para konsumen dalam memodifikasi sepeda motor sesuai selera pribadi mereka di tengah keterbatasan pasar.

ÔÇ£Ini menunjukkan bahwa parts bukan merupakan pelengkap tapi memegang peran utama dalam suatu customer mendandani motornya sesuai dengan keinginan mereka,ÔÇØ kata Irvino Edwardly, Operations Director PT JLM Auto Indonesia.

Selain suku cadang, kategori produk gaya hidup seperti pakaian dan pernak-pernik resmi juga mengalami peningkatan permintaan yang menunjukkan identitas kuat dari komunitas penggemar merek asal Amerika Serikat tersebut.

ÔÇ£Apparel dan general merchandise juga tidak mau ketinggalan sebagai suatu simbol dan identitas bagi para pengendara dan penggemarnya, itu juga menunjukkan pengembangan yang sangat baik (naik) 115 persen dibandingkan tahun lalu,ÔÇØ ujar Irvino Edwardly, Operations Director PT JLM Auto Indonesia.

Saat ini, perusahaan baru saja memperkenalkan model flagship Harley-Davidson Road Glide Limited 2026 dan Street Glide Limited 2026 sebagai upaya untuk tetap menjaga gairah pasar motor besar di Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi