Penulis : Indah Ayu Pujiastuti 17 Mei 2026 | 20:37 WIB
Melalui layanan Inspeksi Garasi.id, perusahaan bisa mendapatkan gambaran menyeluruh tentang kondisi kendaraan melalui hingga 170 titik pengecekan. (Foto: Dok Garasi.id)
Jakarta, investor.id ÔÇö Pengelolaan kendaraan operasional perusahaan kini dinilai perlu dilakukan dengan pendekatan yang lebih terukur dan berbasis data. Hal ini seiring meningkatnya biaya perawatan kendaraan yang memasuki usia lebih dari lima tahun, serta terus menurunnya nilai aset kendaraan di pasar.
CEO Garasi.id Ardy Alam menilai banyak pelaku usaha masih mempertahankan kendaraan operasional selama kendaraan tersebut masih dapat digunakan. Padahal, di balik itu terdapat biaya tersembunyi yang dapat membebani operasional perusahaan dalam jangka panjang.
Ardy juga menjelaskan kendaraan yang memasuki usia 4 - 5 tahun mulai mengalami penurunan performa. Sejumlah komponen mulai menunjukkan keausan, mulai dari mesin, transmisi, hingga sistem suspensi. Risiko kerusakan besar juga meningkat setelah masa garansi kendaraan berakhir. ÔÇ£Kondisi tersebut membuat perusahaan dihadapkan pada dilema mempertahankan armada lama atau menggantinya dengan kendaraan baru,ÔÇØ ucap dia dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (17/5/2026).
Oleh karena itu, terang Ardy, keputusan itu dinilai tidak lagi sekadar melihat apakah kendaraan masih bisa digunakan, tetapi harus mempertimbangkan efisiensi biaya serta nilai ekonomis aset. Ia mencontohkan sebuah kendaraan operasional dengan harga awal Rp 250 juta dapat mengalami depresiasi hingga 40ÔÇô50 % setelah lima tahun penggunaan. Pada periode yang sama, lanjutnya, biaya servis dan potensi perbaikan besar juga meningkat signifikan.
Pada tahun pertama hingga kedua, biaya servis kendaraan umumnya masih relatif ringan di kisaran Rp 2 - 4 juta per tahun. Namun memasuki tahun ketiga dan keempat, biaya mulai meningkat akibat penggantian sejumlah komponen seperti ban, aki, dan kampas rem.
Sementara pada tahun kelima ke atas, biaya perawatan dapat mencapai Rp 8 - 15 juta per tahun, belum termasuk potensi kerusakan besar seperti mesin atau transmisi yang nilainya bisa mencapai puluhan juta rupiah.
Ardy mendorong perusahaan untuk mulai menerapkan pengelolaan armada berbasis data melalui inspeksi kendaraan secara menyeluruh. "Melalui layanan inspeksi kendaraan, perusahaan dapat memperoleh gambaran kondisi riil kendaraan sebelum memutuskan apakah armada masih layak dipertahankan atau sudah waktunya dilepas ke pasar," katanya.
Ardy memaparkan saat ini Garasi.id menyediakan inspeksi hingga 170 titik pengecekan yang mencakup performa mesin, sistem kelistrikan, suspensi, bodi kendaraan, hingga potensi kerusakan tersembunyi seperti bekas tabrakan maupun indikasi banjir. Ia juga mengatakan pendekatan berbasis data membantu perusahaan mengambil keputusan secara lebih akurat dan mengurangi risiko kerugian akibat salah menentukan waktu penjualan kendaraan.
Editor: Leonard
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Pertamina Perkuat SDM Maritim
National 2 menit yang lalu Kemendagri Dorong Raperdasus Pelarangan Perang Suku Papua Pegunungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI mendorong rancangan peraturan daerah khusus (Raperdasus) dan rancangan peraturan daerah provinsi (Raperdasi) pelarangan perang suku di wilayah Papua Pegunungan.
Business 6 menit yang lalu Pentingnya Pengelolaan Armada Berbasis Data Pengelolaan kendaraan operasional perusahaan kini dinilai perlu dilakukan dengan pendekatan yang lebih terukur
Finance 18 menit yang lalu OJK Jawab Titah Prabowo soal Bunga Kredit Rakyat 5% OJK menilai Program Kredit Rakyat akan menggerakkan perekonomian, tapi mengindikasikan pemberian bunga 5% akan sulit ditempuh.
National 22 menit yang lalu DKI Gencarkan Edukasi Penanganan Hewan Kurban yang Higienis Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta menggencarkan edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha terkait tata cara penyembelihan serta penanganan hewan dan daging kurban yang higienis menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Market 31 menit yang lalu Rupiah Diprediksi ke Rp 17.800 per Dolar AS Pakar perkirakan nilai tukar rupiah akan kembali ambles dan sangat mungkin untuk menyentuh ke Rp 17.800 per dolar AS.
National 37 menit yang lalu Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 Hijriah Jatuh pada 27 Mei 2026 Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI mengumumkan bahwa 1 Zulhijah 1446 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026, sehingga Hari Raya Idul Adha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026