Pasangan pengantin di Bogor, Jawa Barat, menarik perhatian publik setelah menyediakan stan jamu tradisional sebagai menu gubukan dalam acara resepsi pernikahan yang digelar pada 28 Maret 2026. Keunikan momen ini terekam dalam unggahan akun TikTok @nikahsamakita yang memperlihatkan antusiasme tamu mengantre ramuan herbal di lokasi acara.
Video viral tersebut menampilkan desain warung jamu yang estetik dengan sentuhan nuansa pedesaan, menggunakan meja kayu serta hiasan tampah bambu. Seperti dilansir dari Wolipop, unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 335,9 ribu kali dan memicu beragam tanggapan positif dari para pengguna media sosial.
"Emang boleh se dimanja ini sama pengantin? Kapan lagi bisa nemu warung jamu tapi di WeddingƒÿìÔ£¿," tulis akun TikTok @nikahsamakita.
Komentar dari warganet menunjukkan ketertarikan untuk menerapkan ide serupa pada acara mereka sendiri di masa depan. Beberapa pengguna bahkan memuji pilihan menu tersebut yang dinilai lebih sehat dibandingkan minuman manis lainnya.
"Makasih ya..ada tambahan ispirasi buat acara nikahan anakƒÿé," kata pengguna TikTok @Anno bouquet.
Warganet lain juga mengungkapkan keinginan untuk menggunakan konsep yang sama pada awal tahun mendatang. Langkah ini dianggap sebagai alternatif menarik di tengah tren konsumsi minuman kekinian.
"Netizen plisss take me back, ingetiiinnn awal tahun besok aku mau pake jamu ini!ƒÿìƒÿì" saut akun @adiwraaa.
Apresiasi terhadap pemilihan menu beras kencur dan kunyit asam juga datang dari tamu virtual lainnya di kolom komentar. Mereka membandingkan manfaat minuman tradisional tersebut dengan minuman berkarbonasi.
"Bener juga ya, daripada minuman soda mending kasih beras kencur sama kunyit," timpal akun @Ophelia öÿô.
Penyelenggara pernikahan, Nadia Sophia, menjelaskan bahwa stan unik tersebut berada di gedung pertemuan Puri Begawan Bogor. Menurutnya, penyediaan jamu merupakan bagian dari strategi untuk menonjolkan aspek kebudayaan secara menyeluruh dalam acara tersebut.
"Postingan ini tentang Warung jamu yang ada di wedding. Salah satu stall favorit dan unik di Puri Begawan Bogor," ujar Nadia.
Nadia menambahkan bahwa keputusan untuk menghadirkan ramuan herbal ini bertujuan agar kesan adat yang diusung oleh kedua mempelai terasa semakin kuat. Hal ini memberikan suasana berbeda bagi para undangan yang hadir.
"Biar terkesan tradisionalnya sangat terasa, karena konsep weddingnya tradisional dan full adat," jelas Nadia.
Pihak penyelenggara menyatakan kekagumannya atas pilihan pasangan tersebut yang tetap mempertahankan akar tradisi di tengah dominasi tren kopi modern. Ia menyebutkan bahwa keberadaan stan jamu memberikan kesegaran baru dalam industri pernikahan saat ini.
"Pas begitu tahu soal ini, jujur happy ya, karena ini salah satu yang unik dan hal baru juga untuk di wedding. Kebanyakan gen z mau stall kopi, tapi kali ini stallnya jamu," ungkap Nadia.
Selain menyuguhkan jamu tradisional untuk diminum di tempat, pasangan pengantin ini juga memberikan kenang-kenangan yang selaras dengan tema kenyamanan bagi para tamu. Nadia mengungkapkan detail mengenai barang yang dibawa pulang oleh para undangan.
"Untuk souvenirnya ada Diffuser dan lilin aromaterapi," pungkas Nadia.