PT United Tractors Tbk. (UNTR) mencatatkan penurunan pendapatan bersih sebesar 17 persen secara tahunan menjadi Rp28,55 triliun pada kuartal I/2026. Pelemahan kinerja emiten alat berat Grup Astra ini dipicu oleh absennya penjualan emas dan rendahnya alokasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara nasional.
Sebagaimana dilansir dari Market, angka pendapatan tersebut menyusut dari pencapaian periode yang sama tahun sebelumnya yang menyentuh Rp34,26 triliun. Kondisi ini berimplikasi pada koreksi laba bersih setelah pajak yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp642,75 miliar per Maret 2026.
Sekretaris Perusahaan UNTR Ari Setiyawan menjelaskan bahwa penurunan performa bisnis ini terutama disebabkan oleh berkurangnya kontribusi dari PT Agincourt Resources. Hal tersebut terjadi karena perusahaan tidak membukukan penjualan emas sama sekali pada awal tahun ini.
"Selain itu, kinerja segmen mesin konstruksi dan kontraktor penambangan juga lebih rendah sebagai dampak penurunan alokasi rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) batu bara nasional tahun 2026," ujarnya Ari Setiyawan, Corporate Secretary UNTR.
Sektor kontraktor penambangan menyumbang Rp11,9 triliun, turun 6 persen, sementara lini mesin konstruksi merosot tajam 31 persen menjadi Rp7,5 triliun. Penurunan terdalam dialami segmen pertambangan emas dan mineral lainnya sebesar 76 persen menjadi Rp691,6 miliar.
"Ari menambahkan, dinamika kinerja pada awal tahun ini mencerminkan tantangan yang masih membayangi sektor alat berat dan pertambangan, terutama terkait kebijakan produksi batu bara nasional serta fluktuasi kontribusi dari lini bisnis nonbatu bara," ujar Ari Setiyawan, Corporate Secretary UNTR.
Meski beberapa lini melemah, pendapatan dari sektor batu bara termal dan metalurgi masih tumbuh 13 persen menjadi Rp8,0 triliun berkat harga rata-rata komoditas yang lebih tinggi. Perusahaan tetap mengedepankan strategi diversifikasi guna menghadapi volatilitas industri pertambangan.
"Meski demikian, perseroan tetap mengandalkan diversifikasi portofolio usaha, khususnya pada segmen batu bara dan mineral lainnya, untuk menjaga ketahanan kinerja di tengah volatilitas industri," ujar Ari Setiyawan, Corporate Secretary UNTR.
Data laporan keuangan menunjukkan total aset perseroan berada di angka Rp182,48 triliun pada kuartal I/2026. Nilai ini terdiri atas ekuitas sebesar Rp101,23 triliun serta liabilitas yang mencapai Rp81,24 triliun.
| Segmen Bisnis | Pendapatan (Triliun Rp) | Perubahan Tahunan |
|---|---|---|
| Kontraktor Penambangan | 11,9 | Turun 6% |
| Batu Bara Termal & Metalurgi | 8,0 | Naik 13% |
| Mesin Konstruksi | 7,5 | Turun 31% |
| Emas & Mineral Lainnya | 0,69 | Turun 76% |