Pemula Disarankan Beli Helm Premium Bekas Guna Uji Kecocokan

Pemula Disarankan Beli Helm Premium Bekas Guna Uji Kecocokan
Foto: Ilustrasi Pemula Disarankan Beli Helm Premium Bekas Guna Uji Kecocokan.

Pengendara motor pemula disarankan untuk memilih unit bekas saat ingin memiliki helm premium guna memastikan kecocokan antara profil kepala dengan karakter merek tertentu pada Kamis (7/5/2026). Langkah ini dinilai lebih bijak dibandingkan langsung membeli produk baru yang harganya mencapai belasan juta rupiah.

Kecocokan bentuk kepala menjadi faktor krusial karena setiap produsen helm memiliki profil interior yang berbeda, mulai dari bentuk lonjong hingga bulat. Penyesuaian ini bertujuan agar pengendara tidak mengalami kerugian finansial akibat ketidaknyamanan saat penggunaan jangka panjang, sebagaimana dilansir dari Otomotif.

Aditya Wahyu Nugroho, pemilik bengkel spesialis servis helm 1DS Inside, menjelaskan bahwa membeli barang seken adalah metode paling efektif untuk mengenali kecocokan tersebut secara langsung.

"Saya menyarankan mereka membeli helm bekas untuk meraba dulu, mana yang kira-kira cocok. Sebab, tidak semua orang merasa Arai itu enak, itu beda-beda karena bentuk kepala setiap orang tidak sama," ujar Wahyu, Pemilik 1DS Inside.

Menurut Wahyu, banyak pengendara baru yang terjebak membeli helm hanya karena mengikuti tren pasar atau rekomendasi pihak lain tanpa mencoba sendiri. Hal ini berisiko memicu penyesalan jika ternyata produk tersebut tidak ergonomis saat dipakai.

"Jangan sampai beli helm baru yang katanya teman enak, ternyata pas dipakai sendiri tidak nyaman. Begitu mau dijual lagi, harganya pasti jatuh jauh," ucap Wahyu, Pemilik 1DS Inside.

Dengan harga unit bekas yang lebih terjangkau, pengguna dapat melakukan eksperimen dengan berbagai merek ternama seperti Shoei atau AGV untuk menemukan rasa berkendara yang paling optimal.

"Cari yang second dulu biar dapat feel-nya. Misalnya coba Shoei, kalau sudah dapat rasanya, jual, lalu coba Arai. Kalau merasa lebih enak Arai, jual lagi, coba AGV. Misal ternyata tidak cocok pakai AGV dan mau balik ke Arai, silakan," kata Wahyu, Pemilik 1DS Inside.

Setelah fase uji coba tersebut selesai dan pengendara telah menemukan satu merek yang memberikan kenyamanan maksimal, investasi pada unit baru baru direkomendasikan untuk dilakukan.

Artikel terkait

Rekomendasi