Sedan listrik terbaru Toyota bZ7 membukukan angka pemesanan sebanyak 3.100 unit hanya dalam durasi satu jam setelah resmi diluncurkan di pasar China pada Senin (20/4/2026). Capaian signifikan ini didorong oleh penetapan harga yang kompetitif untuk segmen kendaraan listrik berdimensi besar di negara tersebut.
Strategi harga yang agresif menjadi pemicu utama tingginya minat konsumen terhadap produk ini. Dilansir dari Otomotif, Toyota bZ7 dipasarkan dengan rentang harga mulai dari 147.800 yuan atau setara Rp 370 jutaan hingga varian tertinggi seharga 199.800 yuan atau sekitar Rp 500 jutaan.
Dari segi dimensi, bZ7 memiliki ukuran fisik yang melampaui kompetitor di kelasnya dengan panjang 5.130 mm dan jarak sumbu roda 3.020 mm. Ukuran tersebut tercatat lebih panjang jika dibandingkan dengan Tesla Model S, namun harga jualnya justru lebih rendah daripada Tesla Model 3 yang dibanderol mulai 236.500 yuan di China.
Pada sektor dapur pacu, bZ7 mengandalkan performa mesin dengan tenaga maksimal mencapai 278 hp. Kendaraan ini menyediakan dua opsi kapasitas baterai berjenis LFP, yakni 71 kWh dan 88 kWh, yang dirancang untuk penggunaan efisien di jalan raya.
Pabrikan asal Jepang tersebut mengklaim bahwa dalam kondisi optimal, mobil ini mampu menjangkau jarak hingga 710 km berdasarkan standar pengujian CLTC. Teknologi pengisian daya cepat yang disematkan juga diklaim sanggup menambah jarak tempuh 300 km hanya dengan waktu pengisian 10 menit.
Interior kendaraan mengusung konsep modern yang didominasi oleh layar sentuh pusat kontrol berukuran 15,6 inci. Sistem hiburannya mengintegrasikan HarmonyOS dari Huawei yang memiliki kemampuan terkoneksi dengan perangkat rumah pintar milik Xiaomi.
Kenyamanan pengemudi didukung oleh fitur jok depan yang dilengkapi pemanas, ventilasi, hingga fungsi pijat elektrik. Untuk aspek keamanan, Toyota menyematkan total 27 sensor yang terdiri dari lidar di bagian atap, radar gelombang milimeter, kamera resolusi tinggi, serta radar ultrasonik guna mendukung sistem keselamatan aktif.