Pemerintah Terapkan Strategi Survival Jaga Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Pemerintah Terapkan Strategi Survival Jaga Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Foto: Ilustrasi Pemerintah Terapkan Strategi Survival Jaga Pertumbuhan Ekonomi Nasional.

Pemerintah Republik Indonesia mengadopsi strategi operasional khusus untuk menghadapi tekanan global dengan mengalihkan orientasi kebijakan ekonomi ke dalam mode bertahan guna memastikan target pertumbuhan tetap berada di level tinggi. Dilansir dari Money, langkah ini diambil sebagai bentuk adaptasi terhadap kondisi ketidakpastian dunia yang dinamis.

Perubahan paradigma tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam acara Simposium PT SMI 2026 yang berlangsung di Jakarta. Strategi ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mengoptimalkan seluruh instrumen negara.

"Saya mau jelaskan, di kepala Presiden, kita sekarang berada dalam kondisi survival, jadi bukan business as usual," ujarnya Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Pemerintah kini lebih agresif dalam mengamankan belanja dan penerimaan negara melalui pembentukan berbagai satuan tugas khusus. Langkah ini juga dimaksudkan untuk memperbaiki iklim investasi di Indonesia di tengah persaingan global.

"Jadi kalau Anda lihat, ada Satgas PKH (Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan) di mana penggelapan-penggelapan, penyelewengan di kawasan hutan dibereskan, itu langkah Presiden yang serius," jelas Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Fokus kebijakan mencakup pembenahan tata kelola sumber daya alam agar memberikan kontribusi maksimal bagi kas negara. Penegasan mengenai keseriusan pemerintah dalam mengelola ekonomi di bawah kepemimpinan baru ini menjadi poin utama dalam transformasi kebijakan tersebut.

"I saya tekankan di sini, kita dalam mode survival. Semua harus dijalankan semaksimal mungkin. Tidak ada lagi main-main," tegas Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Seiring dengan mode bertahan tersebut, program prioritas tetap berjalan pada jalur pembangunan infrastruktur dan ketahanan energi. Sektor kimia berbasis ekspor serta hilirisasi industri diperkuat guna menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

"Kalau ini semua jalan, investasi masuk, lapangan kerja juga akan terbuka," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Kekuatan fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih ditopang secara signifikan oleh permintaan domestik yang mencapai 90 persen dari total aktivitas ekonomi nasional. Pemerintah berkomitmen menjaga daya beli masyarakat sebagai pilar stabilitas fiskal.

Lembaga internasional seperti Bank Pembangunan Asia (ADB) memprediksi ekonomi Indonesia tahun 2026 tumbuh pada angka 5,1 persen hingga 5,2 persen. Sementara itu, IMF menetapkan proyeksi pertumbuhan nasional di level 5,1 persen pada periode yang sama.

Artikel terkait

Rekomendasi