Pemerintah Berhenti Impor Solar dan Terapkan Mandatori B50 Juli 2026

Pemerintah Berhenti Impor Solar dan Terapkan Mandatori B50 Juli 2026
Foto: Ilustrasi Pemerintah Berhenti Impor Solar dan Terapkan Mandatori B50 Juli 2026.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan kebijakan mandatori biodiesel 50 persen atau B50 akan berlaku mulai 1 Juli 2026. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya memperkuat ketahanan energi nasional serta menghentikan ketergantungan terhadap impor bahan bakar jenis solar.

Keputusan penghentian impor solar tersebut disampaikan secara resmi oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada Minggu, 19 April 2026. Implementasi B50 diproyeksikan menjadi solusi penghematan devisa negara yang selama ini terserap untuk pengadaan bahan bakar minyak dari luar negeri.

"Solar kita tidak impor lagi. Tahun 2026, pada 1 Juli 2026 kita stop, B50 masuk," ujar Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian.

Berdasarkan data yang dihimpun dan dilansir dari Suara, sejumlah pengujian menunjukkan bahwa campuran B50 tetap aman digunakan untuk kendaraan bermesin diesel. Hal ini mencakup model kendaraan keluaran terbaru maupun kendaraan lama yang sudah lama beroperasi di Indonesia.

Beberapa model kendaraan populer dinilai memiliki spesifikasi mesin yang adaptif terhadap penggunaan bahan bakar nabati tersebut. Toyota Kijang Innova diesel dengan mesin 2GD-FTV 2.4L menjadi salah satu pilihan karena sistem common rail yang dimilikinya mampu mengatur efisiensi pembakaran meski menggunakan campuran biodiesel tinggi.

Selain kendaraan keluarga, segmen kendaraan niaga seperti Toyota Hiace juga dipandang kompetitif untuk mengadopsi B50. Mesin 1GD-FTV 2.8L pada Hiace dirancang untuk beban berat sehingga lebih toleran terhadap variasi kualitas bahan bakar nabati selama perawatan sistem injeksi dilakukan secara berkala.

Di segmen SUV, Mitsubishi Pajero Sport yang dibekali mesin 4N15 2.4L turbo diesel dengan teknologi Variable Geometry Turbo (VGT) turut masuk dalam daftar kendaraan yang kompatibel. Penggunaan B50 pada model ini memerlukan perhatian lebih pada kebersihan filter dan injector untuk menjaga performa mesin tetap stabil.

Pilihan lainnya adalah Hyundai Santa Fe yang menggunakan mesin CRDi 2.2L dengan karakteristik operasional yang halus. Teknologi Common Rail Direct Injection pada mobil ini memungkinkan proses pembakaran tetap presisi saat mengonsumsi bahan bakar B50, sekaligus mendukung kenyamanan berkendara harian.

Artikel terkait

Rekomendasi