Pemerintah membuka rekrutmen besar-besaran untuk mengisi posisi 30.000 manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di seluruh wilayah Indonesia mulai 15 April 2026. Program ini dirancang untuk memperkuat tata kelola ekonomi desa melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga negara.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa para manajer terpilih bertugas memimpin pegawai yang merupakan warga setempat. Calon manajer yang lolos seleksi diwajibkan mengikuti pelatihan manajerial serta ilmu perkoperasian selama dua bulan sebelum diterjunkan ke lapangan, sebagaimana dilansir dari Money.
Pengoperasian koperasi tersebut nantinya berada di bawah pengawasan Kementerian Koperasi dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Teddy menyebutkan bahwa inisiatif ini berpotensi menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang sangat masif di tingkat pedesaan.
"Bila 1 koperasi terdiri dari 1 manajer dan minimal terdapat 10 pekerja di setiap koperasi, maka minimal akan ada 800.000 pekerja baru di 80.000 Koperasi Desa Merah Putih yang rencana akan dibangun secara bertahap," jelas Teddy, dikutip dari akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet, Selasa (21/4/2026).
Langkah ini diambil guna memutus rantai perantara dalam distribusi hasil produksi desa. Pemerintah menargetkan perputaran ekonomi yang lebih cepat agar masyarakat desa mendapatkan nilai tambah langsung dari aktivitas ekonomi di wilayah mereka.
"Dengan adanya koperasi desa ini, diharapkan perputaran ekonomi di setiap desa akan semakin cepat, tanpa perantara dan terarah dengan harga jual yang menguntungkan bagi warga desa setempat," jelas Teddy.
Terkait hak keuangan, Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Tedi Bharata menyatakan skema gaji sedang dimatangkan. Pembayaran gaji akan mengacu pada ketentuan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang berlaku secara resmi.
"PKWT kan ada aturannya. Kita tidak asal memberikan gaji. Jadi don't worry," jelas Tedi dikutip dari Kontan, Senin (20/4/2026).
Saat ini proses pendaftaran masih berlangsung dan pemerintah menargetkan seluruh skema penggajian selesai sebelum pengumuman hasil seleksi. Para pendaftar yang diterima nantinya akan menyandang status sebagai pegawai BUMN dengan kontrak kerja selama dua tahun.
"Nanti Juni baru sudah pengumuman yang diterima rencananya begitu," ungkap Tedi.
Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan sebelumnya telah mengumumkan total kebutuhan personel mencapai 35.476 orang. Angka tersebut mencakup pengelola Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di berbagai titik di tanah air.