Pemerintah Evaluasi Taksi Listrik Usai Kecelakaan Maut KRL di Bekasi

Pemerintah Evaluasi Taksi Listrik Usai Kecelakaan Maut KRL di Bekasi
Foto: Ilustrasi Pemerintah Evaluasi Taksi Listrik Usai Kecelakaan Maut KRL di Bekasi.

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mendesak pemerintah mengevaluasi perizinan taksi listrik dan keberadaan perlintasan sebidang menyusul kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek, KRL, dan taksi listrik di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam pukul 20.55 WIB, dilansir dari Ekonomi.

Insiden bermula saat sebuah taksi listrik mogok di tengah rel dan tertemper KRL CRRC relasi JakartaÔÇôCikarang. Tabrakan beruntun ini melibatkan KRL TM 5568A yang sedang berhenti di peron dan KA Argo Bromo Anggrek relasi GambirÔÇôSurabaya Pasar Turi.

Ketua Umum MTI Haris Muhammadun menekankan bahwa kejadian ini harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk merealisasikan penghapusan perlintasan sebidang secara permanen demi mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut di masa depan.

ÔÇ£Tidak perlu diskusi perlintasan sebidang lagi. Setop sudah rapat-rapat perlintasan sebidang,ÔÇØ tegas Haris Muhammadun, Ketua Umum MTI.

Haris menyebutkan meskipun sebagian perlintasan telah diganti dengan jalan layang, masih terdapat ratusan titik perlintasan bebas yang mengancam keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan raya.

Ketua Forum Perkeretaapian MTI Deddy Herlambang mengidentifikasi dua isu krusial, yakni kerentanan mobil listrik di lintasan tanpa palang serta dugaan kelalaian masinis dalam merespons sinyal berhenti hingga terjadi tabrakan dari belakang.

ÔÇ£Kecelakaan KKA yang berpotensi berulang-ulang dengan modus penyebab yang sama akan menimbulkan keprihatinan tanpa batas,ÔÇØ ujar Deddy Herlambang, Ketua Forum Perkeretaapian MTI.

Deddy mendorong audit segera terhadap sistem Pengendali Perjalanan Kereta Api Terpusat (PPKT) serta penerapan teknologi keselamatan berbasis Automatic Train Protection (ATP) dan sistem manajemen kelelahan bagi masinis.

ÔÇ£Apabila memang terdapat kelemahan reliability dalam taksi listrik tersebut, perizinan taksi listrik ini dapat dievaluasi kembali,ÔÇØ kata Deddy Herlambang, Ketua Forum Perkeretaapian MTI.

Merespons peristiwa tersebut, Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui percepatan pembangunan jalan layang (flyover) di sekitar Stasiun Bekasi guna menghilangkan operasional perlintasan sebidang yang menjadi pemicu utama kecelakaan.

ÔÇ£Jadi saya sudah setujui segera dibangun flyover langsung oleh bantuan presiden,ÔÇØ ujar Prabowo Subianto, Presiden RI.

Kepala Negara mengungkapkan terdapat sekitar 1.800 titik perlintasan sebidang di Pulau Jawa yang memerlukan penanganan mendesak dengan estimasi kebutuhan anggaran mencapai triliunan rupiah.

ÔÇ£Kita perhitungkan sekitar hampir Rp4 triliun ya demi keselamatan dan karena memang kita sangat butuh dan perlu kereta api. Sekarang saatnya dilakukan,ÔÇØ pungkas Prabowo Subianto, Presiden RI.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan proses evakuasi korban dilakukan secara terkoordinasi dan mendukung penuh investigasi objektif yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

ÔÇ£Kami ingin menyampaikan duka cita mendalam untuk korban meninggal dunia. Kemudian terhadap korban-korban luka, kami berharap dapat segera diberi kesembuhan. Kejadian kecelakaan kereta api ini jadi pelajaran yang sangat penting buat PT KAI dan kami, untuk bagaimana bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, tapi juga harus memberikan rasa aman dan nyaman, sekaligus juga yang paling utama keselamatan kepada penumpang,ÔÇØ ujar Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan.

Kementerian Perhubungan saat ini telah mendirikan Posko Tanggap Darurat di Stasiun Bekasi Timur untuk memantau penanganan medis korban dan koordinasi teknis di lapangan.

Artikel terkait

Rekomendasi