Pemain Dewa United U-20 Alami Dislokasi Bahu Akibat Kekerasan Lapangan

Pemain Dewa United U-20 Alami Dislokasi Bahu Akibat Kekerasan Lapangan
Foto: Ilustrasi Pemain Dewa United U-20 Alami Dislokasi Bahu Akibat Kekerasan Lapangan.

Seorang penggawa Dewa United di Elite Pro Academy U-20 dilaporkan menderita cedera dislokasi bahu setelah menerima tindakan kekerasan berupa tendangan kungfu dari pemain Bhayangkara FC U-20. Insiden tersebut terjadi dalam pertandingan yang digelar di Stadion Citarum, Semarang, pada Minggu (19/4/2026).

Kekerasan di atas lapangan hijau ini memicu serangkaian aksi tidak sportif lainnya setelah peluit panjang dibunyikan. Dilansir dari Detik Health yang mengutip detikSport, bukti visual yang tersebar menunjukkan korban mengalami luka pada area wajah selain pergeseran tulang pada bagian bahunya.

Presiden Dewa United, Ardian Satya, memberikan pernyataan resmi terkait kondisi yang menimpa pemainnya tersebut. Ardian menegaskan bahwa tindakan brutal semacam itu sama sekali tidak memiliki tempat dalam dunia sepak bola, terutama pada jenjang pembinaan usia muda.

"Kami sangat menyayangkan adanya tindakan kekerasan. Apalagi itu dilakukan oleh pemain maupun pihak pelatih yang seharusnya menjadi panutan dan mampu menjaga situasi tetap kondusif," kata Ardian, Presiden Dewa United.

Pihak manajemen klub menyayangkan perilaku yang mencederai nilai sportivitas tersebut di tengah upaya mencetak bibit pesepakbola profesional. Ardian menilai seluruh elemen tim seharusnya bertanggung jawab dalam menciptakan atmosfer kompetisi yang sehat bagi para pemain muda.

Mengenai cedera yang dialami, dislokasi bahu merupakan kondisi ketika tulang-tulang pada persendian bahu terdorong keluar dari posisi normalnya. Berdasarkan penjelasan Cleveland Clinic yang dilansir Detik Health, kondisi ini melibatkan pemisahan antara bagian bola dan soket pada sendi.

Dampak dari cedera serius ini tidak hanya terbatas pada posisi tulang, namun berpotensi merusak struktur jaringan di sekeliling sendi bahu. Jaringan yang terancam meliputi otot, saraf, tendon, ligamen, hingga pembuluh darah pemain yang bersangkutan.

Terdapat klasifikasi medis tertentu untuk menentukan tingkat keparahan pergeseran sendi ini. Dislokasi lengkap atau luksasi terjadi saat tulang benar-benar terpisah total, sementara subluksasi merupakan istilah untuk dislokasi parsial di mana tulang masih saling bersentuhan namun tidak pada posisi yang tepat.

Artikel terkait

Rekomendasi