Mantan penggawa Tim Nasional Perancis, Emmanuel Petit, menyarankan Arsenal untuk memanfaatkan situasi internal Real Madrid yang sedang bergejolak guna mendatangkan penyerang bintang Kylian Mbappe. Langkah ini dinilai sebagai peluang besar di tengah isu ketidakharmonisan skuad asuhan Carlo Ancelotti tersebut.
Sebagaimana dilansir dari Bola, kondisi di Real Madrid dilaporkan sedang tidak kondusif setelah adanya insiden perselisihan antara dua gelandang mereka, Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde. Petit melihat celah tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi klub lain untuk menggoda para pemain bintang Madrid.
Meskipun terjadi keretakan di lini tengah, Petit justru mengarahkan fokus mantan klubnya untuk membidik Kylian Mbappe. Penyerang asal Perancis tersebut dianggap akan memiliki kecocokan yang sangat baik jika bermain di bawah arahan manajer Arsenal, Mikel Arteta.
"Arsenal pasti menyukai Kylian Mbappe dan dia akan sangat cocok di sayap kiri mereka. Satu-satunya alasan saya pikir Mbappe akan tetap di Real Madrid adalah karena jika dia pergi tanpa memenangkan trofi, itu akan membuat kepindahannya menjadi kegagalan," ujar Petit, mantan pemain Arsenal.
Petit menilai faktor ego sang pemain akan menjadi penghalang utama bagi kepindahan Mbappe dalam waktu dekat dari Santiago Bernabeu. Ia meyakini Mbappe memiliki ambisi besar untuk membuktikan kualitasnya di Spanyol meskipun situasi klub sedang memanas.
"Mbappe memiliki ego yang besar, jadi dia mungkin ingin tetap tinggal dan membuktikan sebaliknya," imbuh Petit.
Selain masalah internal tim, hubungan Mbappe dengan pendukung Real Madrid atau Madridista juga dikabarkan tengah merenggang. Kekecewaan fans memuncak ketika sang pemain terlihat berlibur saat masa pemulihan cedera, yang berujung pada munculnya petisi daring berisi protes terhadap Mbappe.
"I cukup yakin tentang itu. Saya tidak melihat dia meninggalkan Madrid, mungkin klub terbesar di dunia, kecuali keputusan itu dibuat untuknya," tambah Petit.
Tekanan publik yang masif melalui petisi daring tersebut kabarnya telah mengumpulkan partisipasi hingga 70 juta orang. Petit berpendapat bahwa sentimen negatif yang ekstrem dari penggemar dapat memaksa Presiden Real Madrid, Florentino Perez, mengambil langkah politik untuk melepas sang bintang.
"Satu-satunya cara dia pergi adalah jika Florentino Perez menyerah di bawah tekanan," kata Petit.
Potensi keberhasilan Arsenal di kancah Eropa juga diprediksi akan menjadi faktor penentu dalam menarik minat pemain kelas dunia. Petit menegaskan bahwa kesuksesan di turnamen bergengsi akan menaikkan status daya tawar klub asal London Utara tersebut di bursa transfer internasional.
"Jutaan penggemar telah menandatangani petisi yang menyatakan mereka ingin dia meninggalkan klub. Itu bisa menjadi akhir bagi Mbappe karena Florentino Perez adalah orang yang politis," jelas Petit.
Real Madrid sendiri dikabarkan bakal melakukan perombakan besar-besaran pada komposisi skuad mereka akibat rentetan masalah ini. Sementara itu, Arsenal tetap dipandang sebagai tujuan alternatif yang kompetitif bagi Mbappe jika ia memutuskan untuk mengakhiri kariernya di Spanyol lebih awal.
"Jika Arsenal memenangkan Liga Champions untuk pertama kalinya, maka itu akan mengubah jalannya sejarah mereka dan mengirimkan pesan yang kuat di bursa transfer," pungkas Petit.