Umat Islam bersiap menjalankan ibadah puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah menjelang perayaan Idul Adha. Dilansir dari Suara, pelaksanaan puasa Tarwiyah jatuh pada Senin, 25 Mei 2026 atau 8 Dzulhijjah, sedangkan puasa Arafah ditunaikan pada Selasa, 26 Mei 2026 atau 9 Dzulhijjah.
Kedua ibadah ini memiliki keutamaan besar dalam menghapus dosa keduniawian bagi yang melaksanakannya. Keistimewaan tersebut berlandaskan pada hadist Rasulullah SAW mengenai peluruhan dosa setahun dan dua tahun.
"Puasa hari Tarwiyah bisa menghapus dosa setahun. Sedangkan puasa hari Arafah bisa menghapus dosa dua tahun," (HR Ibnu Abbas dan Ibnun Najjar dalam JamÔÇÖul JawamiÔÇÖ).
Membaca niat menjadi salah satu syarat sah yang wajib dipenuhi sebelum menjalankan ibadah menahan lapar dan haus ini. Batasan waktu pelafalan niat puasa sunnah memiliki kelonggaran tersendiri dibandingkan puasa wajib.
Menurut panduan NU Online, pembacaan niat puasa sunnah ini idealnya dilakukan pada malam hari. Rentang waktunya dimulai sejak matahari terbenam hingga menjelang terbit fajar.
Namun, bagi umat muslim yang lupa melafalkannya pada malam hari, pembacaan niat diperbolehkan pada siang hari. Syaratnya, niat diucapkan sebelum masuk waktu zuhur dan orang tersebut belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak subuh.
Bacaan Niat Puasa Tarwiyah
Nawaitu shauma h├ódzal yaumi ÔÇÿan ad├óÔÇÖi tarwiyata sunnatan lill├óhi taÔÇÖ├ól├ó.
Artinya: "Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah taÔÇÖ├ól├ó."
Bacaan Niat Puasa Arafah
Nawaitu shauma h├ódzal yaumi ÔÇÿan ad├óÔÇÖi arafata sunnatan lill├óhi taÔÇÖ├ól├ó.
Artinya: ÔÇ£Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah taÔÇÖ├ól├ó."
Ibadah sunnah ini sangat dianjurkan bagi umat muslim yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji di tanah suci. Sebaliknya, sejumlah ulama menilai hukum puasa ini menjadi makruh bagi jemaah yang sedang menunaikan ibadah haji.