Keputusan Race Director pada MotoGP Catalunya akhir pekan lalu memicu kritik keras dari pebalap Red Bull KTM, Pedro Acosta. Seperti dikutip dari Otomotif, langkah untuk tetap melanjutkan balapan hingga melakukan tiga kali restart dinilai sudah berlebihan serta mengabaikan keselamatan para atlet.
Sirkuit Barcelona-Catalunya menjadi saksi drama luar biasa dalam balapan tersebut. Pedro Acosta yang tengah memimpin jalannya balapan di pertengahan lomba mendadak mengalami kendala teknis pada motor KTM RC16 miliknya hingga mengalami kecelakaan fatal.
Alex Marquez yang berada tepat di belakangnya tidak mampu menghindar dari insiden tersebut. Tabrakan hebat membuat adik Marc Marquez itu terlempar dan menghantam pembatas sirkuit dengan keras, yang langsung memicu berkibarnya red flag.
Selain Alex Marquez, pebalap LCR Honda Johann Zarco juga mengalami kecelakaan parah pada sesi yang sama. Kedua pebalap tersebut bahkan harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Catalunya untuk mendapatkan perawatan intensif.
Melihat situasi yang sudah tidak kondusif dengan adanya dua kali red flag dan korban cedera, Pedro Acosta menilai balapan seharusnya dihentikan demi keselamatan bersama.
Pebalap asal Murcia, Spanyol tersebut menyentil filosofi yang sering kali diagung-agungkan di dunia balap modern bahwa pertunjukan harus tetap berjalan.
Menurut Pedro Acosta, aspek hiburan jangan sampai mengorbankan nyawa atau kesehatan para atlet yang sedang berjuang di atas lintasan balap.
Pebalap berjuluk The Shark of Mazarron ini juga menceritakan bagaimana frustrasinya dia ketika kembali ke pit setelah red flag pertama. Kecelakaan pertamanya murni terjadi karena kegagalan mekanis pada motor, bukan karena kesalahannya sendiri.
Meskipun sempat ikut restart dan akhirnya gagal finis akibat bersenggolan dengan Ai Ogura di dua tikungan terakhir jelang finis, fokus utama Pedro Acosta pasca-balap tetap tertuju pada masalah keselamatan.
Berikut adalah beberapa pernyataan langsung dari Pedro Acosta pasca-balapan di MotoGP Catalunya yang dikutip dari GPOne pada Selasa (19/5/2026).
"Tidak perlu sampai ada tiga kali restart ketika kita sudah mengalami dua kali red flag, saat sudah ada dua pebalap di rumah sakit, dan ketika tiga atau empat pebalap lainnya juga berjatuhan," ujar Acosta.
"Memang bagus kalau pertunjukan harus tetap berjalan, tapi kita sering lupa kalau kamilah yang membuat pertunjukan itu. Kesehatan seseorang jauh lebih penting daripada tontonan yang bisa kami sajikan," kata pebalap berjuluk The Shark of Mazarron ini.
"Ketika hal-hal ini terjadi karena kegagalan mekanis, rasanya jauh lebih buruk. Anda merasa tidak berdaya karena tidak ada lagi yang bisa Anda lakukan, dan itu sangat berat," ucap Acosta.
"Pertunjukan itu terasa menyenangkan kalau hal buruk tidak terjadi pada Anda atau orang yang Anda kenal. Saya rasa (melanjutkan balapan) itu tidak perlu. Menurut saya harus ada aturan yang jelas: setelah red flag kedua, kita tidak perlu balapan lagi. Titik," pungkasnya tegas.