PBSI Siapkan Leo/Daniel Proyek Jangka Panjang Olimpiade 2028

PBSI Siapkan Leo/Daniel Proyek Jangka Panjang Olimpiade 2028
Foto: Ilustrasi PBSI Siapkan Leo/Daniel Proyek Jangka Panjang Olimpiade 2028.

Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) memproyeksikan pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin sebagai proyek jangka panjang menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI, Antonius Budi Ariantho, di Pelatnas PBSI pada Rabu (20/5/2026), dilansir dari Detik Sport.

"Kalau saya lihat Leo/Daniel sih harusnya sampai Olympic (Olimpiade). Memang disiapkan buat Olympic," kata Anton saat ditemui di Pelatnas PBSI, Rabu (20/5/2026).

Langkah ini diambil karena sektor ganda putra Indonesia kini tengah berpacu dengan waktu menjelang dimulainya perhitungan poin kualifikasi Olimpiade tahun depan. Oleh karena itu, pihak PBSI menegaskan tidak akan melakukan perombakan formasi pasangan lagi untuk sektor tersebut.

"Iya, enggak bisa (dirombak lagi) karena enggak keburu lagi, ganti siapa lagi. Waktunya sudah enggak keburu. Tahun depan sudah (pengumpulan) poin-poin Olympic," tuturnya.

Keputusan untuk mempertahankan duet ini diperkuat oleh performa impresif Leo/Daniel yang langsung merebut gelar juara Thailand Open 2026 dalam laga debut comeback mereka. Keberhasilan tersebut mengantarkan pasangan ini kembali masuk ke dalam ranking dunia Badminton World Federation (BWF) dengan menempati peringkat 157 dunia.

Meski demikian, Leo/Daniel masih harus terus mengejar perolehan poin demi menembus jajaran elite dunia. Saat ini posisi mereka masih berada di bawah dua pasangan ganda putra Indonesia lainnya, yaitu Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

Guna mendongkrak peringkat kualifikasi, PBSI berencana untuk terus menambah jam terbang pasangan ini melalui pengiriman ke berbagai turnamen internasional tingkat tinggi.

"Mungkin turnamen ke depannya Indonesia Open dan Australia Open, lalu nanti bisa nambah lagi (turnamennya)," ujar Anton.

Selain fokus pada peningkatan performa dan kejar target peringkat, tim pelatih kini memberikan perhatian khusus terhadap pemulihan kondisi fisik Daniel Marthin. Daniel diketahui sempat menepi dari lapangan pertandingan dalam durasi yang cukup lama akibat dibekap cedera.

"Tapi buat saya, fokusnya, karena Daniel lama enggak main, satu tahun, ya bisa seperti itu (juara) luar biasa."

Pengecekan medis secara berkala akan terus dilakukan untuk memastikan kesiapan fisik atlet menjelang turnamen-turnamen berikutnya.

"Cuma saya juga akan concern juga ke ke kakinya yang pernah cedera itu, perlu dicek lagi," katanya.

Artikel terkait

Rekomendasi