PBSI Buka Peluang Perombakan Atlet dan Pelatih Usai Thomas Cup 2026

PBSI Buka Peluang Perombakan Atlet dan Pelatih Usai Thomas Cup 2026
Foto: Ilustrasi PBSI Buka Peluang Perombakan Atlet dan Pelatih Usai Thomas Cup 2026.

Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) membuka peluang besar untuk merombak susunan pelatih hingga jajaran pemain sebagai langkah evaluasi menyeluruh. Keputusan ini diambil menyusul kegagalan tim nasional dalam meraih gelar juara pada ajang Thomas Cup 2026.

Wakil Ketua Umum I PBSI, Taufik Hidayat, menyatakan bahwa perubahan komposisi di berbagai sektor merupakan hal yang sangat mungkin terjadi dalam waktu dekat. Hal tersebut disampaikan Taufik saat ditemui di Pelatnas PBSI pada Jumat, 8 Mei 2026, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.

"Ya sangat mungkin. Kenapa enggak? Apakah ada perubahan di sektor pemain tunggal putra, di pemain yang lain? Sangat mungkin juga," kata Taufik Hidayat, Waketum I PBSI.

Legenda bulu tangkis Indonesia ini menjelaskan bahwa saat ini proses promosi dan degradasi pemain maupun pelatih tidak lagi terikat pada aturan lama yang mengharuskan menunggu hingga akhir musim. Kebijakan baru memungkinkan otoritas tertinggi bulu tangkis nasional tersebut mengambil tindakan cepat kapan saja.

"Kita bisa kapan saja sekarang (merombak). Untuk pelatih pun sama," tegas Taufik Hidayat, Waketum I PBSI.

Kegagalan di Thomas Cup 2026 menjadi sorotan tajam karena sektor putra yang selama ini menjadi tumpuan prestasi justru terhenti di fase yang tidak terduga. Taufik menekankan pentingnya perbaikan demi mendapatkan formula terbaik dan memastikan tidak ada pihak yang merasa terlalu aman di posisinya.

"Kalau kita kasih kesempatan enggak ada perform-nya, kenapa enggak? Kita di sini cari solusi, ingin yang terbaik. Bahwa olahraga ini enggak bisa ditunggu lagi, tiap hari latihan, tiap minggu, tiap bulan ada pertandingan, jadi kita cari formula yang terbaik gimana," ujar Taufik Hidayat, Waketum I PBSI.

Langkah evaluasi ini tidak terbatas pada pemain dan pelatih teknik saja, melainkan mencakup tim pendukung termasuk pelatih fisik. PBSI berupaya memastikan seluruh komponen kerja tim bertanggung jawab atas performa di lapangan agar hasil maksimal dapat kembali diraih.

"Enggak hanya dari pelatih teknik saja. Mungkin dari tim support, pelatih fisik juga, kemarin ada beberapa juga yang memang kami rombak. Kalau enggak maksimal ya cari yang terbaik lah gitu loh," kata Taufik Hidayat, Waketum I PBSI.

Pihak federasi menginginkan adanya semangat kerja sama yang kuat antara seluruh elemen di Pelatnas. Perombakan dipandang sebagai cara untuk menghilangkan zona nyaman yang dapat menghambat perkembangan prestasi atlet nasional.

"Jadi banyak lah. Enggak hanya pemain, pelatih, ini semua kita harus bertanggung jawab juga. Maksudnya, enggak ada pelatih, pemain di zona nyaman, enak-enakan saja di situ," lanjut Taufik Hidayat, Waketum I PBSI.

Taufik menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa soliditas tim adalah syarat mutlak untuk membawa bulu tangkis Indonesia bangkit dari keterpurukan saat ini.

"Yang pasti kita di sini butuh kerja tim yang sama. Kalau memang kita bisa sama-sama,team work-nya berjalan, ya ayo kita sama-sama," tegas Taufik Hidayat, Waketum I PBSI.

Artikel terkait

Rekomendasi