Pasar mobil listrik bekas di Indonesia menunjukkan perkembangan positif melalui peningkatan variasi model yang masuk dan diminati konsumen di balai lelang kendaraan pada kuartal I 2026.
Pertumbuhan volume kendaraan setrum bekas ini terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta, mencakup kategori city car hingga SUV premium. Berbagai model yang mulai marak dilelang meliputi Wuling Air ev varian Long Range dan Lite, BinguoEV, Cloud EV, Hyundai IONIQ 5, BYD M6, Chery Omoda E5, Tesla Model 3, hingga Volvo C40 Recharge.
Chief Operating Officer JBA Indonesia, Deny Gunawan, menjelaskan bahwa unit kendaraan listrik yang membanjiri pasar lelang didominasi oleh merek-merek yang telah memiliki basis pasar yang kuat di dalam negeri, sebagaimana dilansir dari Otomotif.
"Pada kuartal I 2026, lelang kendaraan listrik di JBA Indonesia didominasi oleh beberapa model dari berbagai merek yang sudah dikenal di pasar Indonesia," ujar Deny, kepada Kompas.com (15/5/2026).
Keberadaan pasokan ini membentuk ekosistem pasar mobil listrik bekas yang menawarkan harga lebih kompetitif bagi konsumen dibandingkan unit baru. Selain kendaraan listrik murni, peningkatan pasar kendaraan elektrifikasi di balai lelang juga didorong oleh pasokan mobil hybrid.
"Pada Kuartal I/2026 ini, jumlah kontribusi mobil listrik dan hybrid mengalami peningkatan hingga 7 persen dibandingkan kuartal I/2025," kata Deny.
Kenaikan angka tersebut dinilai selaras dengan pertumbuhan populasi kendaraan elektrifikasi nasional dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran balai lelang kini menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin memiliki kendaraan ramah lingkungan dengan harga yang lebih terjangkau.