Parma berhasil menghentikan tren buruk tiga kekalahan berurutan setelah meraih kemenangan tipis 1-0 atas Sassuolo pada pertandingan pamungkas Serie A. Hasil positif ini sekaligus mematahkan rekor tiga pertemuan sebelumnya tanpa keunggulan melawan tim rival sewilayah tersebut.
Seperti dikutip dari Media Indonesia, Parma yang menempati papan tengah klasemen langsung melakukan tekanan sejak awal paruh pertama di markas mereka sendiri. Tim tuan rumah melahirkan sejumlah peluang bersih dalam 20 menit awal laga.
Peluang tersebut hadir lewat sepakan voli Hans Nicolussi Caviglia serta tembakan melengkung Mateo Pellegrino. Namun, arah bola dari dua kesempatan tersebut masih menyamping tipis di area gawang lawan.
Tekanan dari kubu tuan rumah terus berlanjut melalui sektor sebelah kiri lapangan. Berawal dari operan silang Emanuele Valeri, kiper Sassuolo, Stefano Turati, sempat melakukan kesalahan fatal saat menangkap bola.
Bola tersebut terlepas ke penguasaan Daniel Mikolajewski. Meski demikian, bola liar itu gagal dikonversi menjadi gol setelah tendangan Mikolajewski justru melambung di atas mistar gawang.
Sassuolo perlahan bangkit dari tekanan dan memberikan perlawanan sengit mendekati akhir babak pertama. Eksekusi sepakan bebas menyusur tanah dari Domenico Berardi sempat gagal diantisipasi secara sempurna oleh penjaga gawang Parma, Edoardo Corvi.
Beruntung bagi tuan rumah, Tommaso Macchioni yang menyambar bola muntah tersebut tidak mampu mengarahkan tembakan dengan tepat. Peluang susulan dari Isma"el Kon"e juga hanya membentur tiang gawang sehingga skor imbang tanpa gol bertahan hingga jeda.
Memasuki paruh kedua pertandingan, ritme serangan dari kedua kesebelasan mulai menurun. Situasi ini membuat peluang matang menjadi semakin sulit didapatkan oleh masing-masing tim.
Sassuolo yang berada di bawah asuhan pelatih Fabio Grosso hampir memecah kebuntuan tiga menit setelah sepak mula babak kedua. Kerja sama taktis antara Armand Laurient"e dan Berardi membuka ruang, tetapi penyelesaian akhir Laurient"e masih meleset dari sasaran.
Parma langsung memberikan respons cepat untuk kembali memegang kendali permainan. Kiper Stefano Turati dipaksa melakukan aksi penyelamatan akrobatik menggunakan satu tangan demi menghalau tembakan keras Pellegrino.
Upaya serangan bergelombang dari Parma akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-80. Memanfaatkan umpan silang matang kiriman Pontus Almqvist, Mateo Pellegrino melompat tinggi untuk menyundul bola ke dalam gawang sekaligus mengakhiri catatan tanpa golnya dalam tujuh laga terakhir.
Keunggulan 1-0 bagi tuan rumah tersebut bertahan hingga peluit panjang ditiupkan. Hasil ini membuat Parma mempertahankan catatan positif dengan selalu memenangi laga penutup musim untuk ketujuh kalinya dalam 11 musim terakhir di kasta tertinggi.
Sebaliknya, kekalahan ini memaksa Sassuolo menyudahi kompetisi tanpa satu pun kemenangan dalam enam laga tandang secara beruntun. Hasil minor tersebut sekaligus memupus harapan mereka untuk melewati batas 50 poin dan finis di zona paruh atas klasemen.