Produsen otomotif asal China mencatat kenaikan pangsa pasar yang signifikan hingga menyentuh angka 15 persen di Indonesia pada Selasa (5/5/2026). Pergeseran konsumsi ini mulai menekan dominasi merek Jepang seiring agresivitas penetrasi kendaraan listrik yang menawarkan harga kompetitif.
Kenaikan angka tersebut menjadi sinyal perubahan peta persaingan di tengah lesunya pasar otomotif nasional secara keseluruhan. Dilansir dari Otomotif, total penjualan mobil secara wholesales pada tahun 2025 hanya mencapai 803.000 unit atau mengalami kontraksi sebesar 7,2 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.
Chief Executive Officer PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw, memberikan konfirmasi mengenai tren peralihan minat konsumen dari produsen lama ke pemain baru asal Tiongkok. Hal ini disampaikan di sela-sela pembukaan ajang Indomobil Expo 2026 yang menitikberatkan pada lini kendaraan ramah lingkungan.
"Saya rasa masyarakat yang bisa melihat ya, shifting atau share mobil dari Jepang ke China ini sekarang meningkat cukup tajam," ujar Tan Kim Piauw, Chief Executive Officer PT Indomobil National Distributor.
Berdasarkan data internal industri, penetrasi merek China telah merambah berbagai segmen penting yang selama ini dikuasai oleh pabrikan Jepang. Tan Kim Piauw menegaskan bahwa pencapaian pangsa pasar tersebut merupakan angka yang sangat substansial bagi pemain baru.
"Jadi sampai tahun lalu share mobil China ini menurut saya sudah 15 persen. Di Indonesia 15 persen. Iya, jadi itu relatif cukup besar atau cukup tinggi," kata Tan Kim Piauw, Chief Executive Officer PT Indomobil National Distributor.
Meskipun merek raksasa seperti Toyota, Daihatsu, dan Mitsubishi Motors masih berada di posisi teratas, kehadiran BYD dan VinFast mulai mengusik papan atas penjualan. Pelemahan daya beli masyarakat akibat ketidakstabilan ekonomi membuat konsumen cenderung beralih pada produk yang menawarkan fitur canggih dengan harga lebih terjangkau.
Strategi harga yang dipadukan dengan dukungan terhadap tren elektrifikasi menjadi faktor penentu utama bagi konsumen domestik saat ini. Masuknya model-model baru dengan teknologi baterai terkini menjadi pendorong utama meningkatnya kepercayaan publik terhadap merek-merek asal China tersebut.