Penyerang andalan AC Milan, Christian Pulisic, tetap memelihara optimisme tinggi meski sedang menghadapi masa sulit dalam kariernya. Pemain sayap timnas Amerika Serikat ini yakin ketajamannya akan kembali tepat waktu untuk menyambut Piala Dunia 2026.
Saat ini, Pulisic sedang berjuang memutus rantai paceklik gol yang cukup panjang, baik di level klub maupun internasional. Catatan ini tergolong yang terburuk sepanjang kiprah profesionalnya di dunia sepak bola.
Statistik Penurunan Performa Christian Pulisic
Di level klub, pemain lincah ini belum lagi mencetak gol sejak akhir tahun lalu. Terakhir kali ia membobol gawang lawan adalah saat AC Milan bersua Hellas Verona pada Desember 2025.
Padahal, Pulisic sempat tampil meledak di awal musim dengan koleksi 10 gol hanya dari 15 pertandingan perdana. Namun, setelah periode subur tersebut, ia tercatat gagal mencetak gol dalam 19 laga beruntun bersama Rossoneri.
Berikut adalah rincian masa paceklik gol yang sedang dialami oleh Christian Pulisic:
- Klub (AC Milan): Melewati 19 pertandingan tanpa mencetak gol sejak laga melawan Hellas Verona.
- Tim Nasional (Amerika Serikat): Belum mencatatkan nama di papan skor dalam delapan laga internasional terakhir.
- Gol Internasional Terakhir: Terjadi pada November 2024 saat Amerika Serikat menghadapi Jamaika di CONCACAF Nations League.
Data di atas menunjukkan adanya penurunan drastis jika dibandingkan dengan performa awal musim yang sangat impresif. Kendati demikian, sang pemain tetap tenang menghadapi situasi ini.
Tetap Tenang Jelang Piala Dunia 2026
Menjelang pertandingan uji coba melawan Senegal sebagai persiapan Piala Dunia, Pulisic mengaku tidak merasa tertekan dengan kondisi yang ada. Ia menganggap dinamika performa seperti ini adalah hal yang lumrah bagi seorang pesepak bola.
Pulisic meyakini bahwa sekali saja ia berhasil mencetak gol, maka gol-gol berikutnya akan mengalir dengan lebih mudah. Menurutnya, momentum seringkali berawal dari satu keberuntungan kecil di depan gawang.
"Masa-masa sulit seperti ini pernah saya alami sebelumnya. Terkadang, bola cukup memantul dari lutut Anda untuk masuk, dan setelah itu semuanya akan terasa lebih mudah," ujar Pulisic.
Dukungan Penuh dari Mauricio Pochettino
Pelatih timnas Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, turut pasang badan membela pemain bintangnya tersebut. Ia menyatakan keyakinan penuh bahwa Pulisic akan kembali ke bentuk permainan terbaiknya saat turnamen besar dimulai.
Pochettino menilai sikap dan kerja keras yang ditunjukkan Pulisic selama sesi latihan adalah modal utama untuk bangkit. Ia tidak meragukan sedikit pun komitmen pemain berusia 27 tahun itu untuk tim nasional.
Berikut adalah poin-poin alasan mengapa pelatih tetap optimis terhadap performa Pulisic:
- Etos Kerja: Memiliki komitmen tinggi dan terus berusaha keras mencapai level performa puncak.
- Pengalaman Internasional: Mempunyai rekam jejak yang solid dengan koleksi 32 gol dari 84 penampilan bersama timnas.
- Kepercayaan Pelatih: Pochettino secara terbuka menjamin Pulisic akan menjadi mesin gol di Piala Dunia mendatang.
Dukungan moral dari staf pelatih diharapkan mampu mengangkat mentalitas Pulisic agar kembali tajam. Amerika Serikat sangat bergantung pada kepemimpinannya untuk bersaing di panggung dunia dua tahun lagi.
Secara keseluruhan, meskipun statistik saat ini kurang memuaskan, kualitas individu Pulisic tetap diakui sebagai salah satu yang terbaik di skuad. Kini publik tinggal menunggu pembuktian sang kapten di lapangan hijau.