Oxford United Terdegradasi ke League One Setelah Finis Tiga Terbawah

Oxford United Terdegradasi ke League One Setelah Finis Tiga Terbawah
Foto: Ilustrasi Oxford United Terdegradasi ke League One Setelah Finis Tiga Terbawah.

Oxford United dipastikan harus turun kasta ke League One untuk kompetisi musim 2026/2027. Kepastian ini didapat setelah klub tersebut finis di posisi tiga terbawah klasemen akhir Championship.

Dilansir dari Suara, klub yang dimiliki oleh Erick Thohir tersebut gagal mempertahankan posisi di kasta kedua Liga Inggris. Hingga akhir musim, mereka tercatat hanya mampu mengumpulkan total 47 poin.

Meskipun pada laga terakhir sempat meraih kemenangan telak 4-1 atas Sheffield Wednesday, hasil itu tidak memberikan dampak signifikan. Perolehan poin Oxford United tetap tidak mampu mengejar ketertinggalan dari West Bromwich Albion.

Kondisi ini membuat posisi skuad yang diperkuat oleh pemain seperti Ole Romeny dan Marselino Ferdinan tidak lagi bisa beranjak dari zona merah. Penurunan kasta ini menjadi kenyataan pahit bagi tim yang baru saja mencicipi persaingan di Championship.

Kegagalan bertahan di Championship memicu kritik tajam mengenai penyebab merosotnya performa tim. Jerome Sale, jurnalis dari BBC Radio Oxford, memberikan sorotan khusus terhadap konsistensi tim sejak awal musim promosi.

ÔÇ£Rasanya seperti mereka telah memainkan pertandingan-pertandingan penting selama berbulan-bulan,ÔÇØ ujar Jerome Sale dari BBC.

Menurut analisis Jerome Sale, para pemain tampak kehabisan tenaga akibat menjalani musim kompetisi yang sangat panjang dan melelahkan. Selain faktor kelelahan fisik, persiapan tim sebelum musim dimulai juga menjadi bahan evaluasi serius.

Tur pramusim yang dilakukan di Indonesia melalui turnamen Piala Presiden 2025 dinilai memberikan efek negatif. Agenda tersebut dianggap mengganggu kesiapan skuad dalam menghadapi ketatnya persaingan di awal musim Championship.

ÔÇ£Apa yang salah? Banyak hal, tur pramusim yang gagal di Indonesia... berkontribusi pada awal yang lambat,ÔÇØ kata Jerome Sale.

Masalah tim semakin bertambah dengan badai cedera yang menimpa pemain kunci. Ole Romeny diketahui mengalami cedera tepat setelah mengikuti turnamen di Indonesia, yang secara langsung berdampak pada produktivitas dan stabilitas tim di lapangan.

Manajemen dan Pergantian Pelatih

Selain faktor teknis di lapangan, manajemen klub juga mendapat sorotan terkait pengambilan keputusan strategis. Salah satu poin krusial adalah kebijakan mengenai kepemimpinan di kursi kepelatihan yang dinilai terlambat dieksekusi.

Langkah manajemen untuk mengganti pelatih dianggap tidak dilakukan pada momentum yang tepat sehingga tim sulit bangkit dari keterpurukan. Dengan sisa satu pertandingan yang tidak lagi menentukan, fokus Oxford United kini harus beralih untuk menata ulang kekuatan di League One musim depan.

Artikel terkait

Rekomendasi