Penyerang Paris Saint-Germain Ousmane Dembele memastikan cedera betisnya telah membaik dan tidak akan menghalangi dirinya untuk tampil melawan Arsenal pada laga final Liga Champions di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/2026) mendatang, seperti dilansir dari Bola dari laporan Kompas.com.
Kondisi kebugaran Dembele sempat memicu kecemasan setelah sang pemain hanya merumput selama 27 menit sebelum ditarik keluar akibat gangguan otot betis ketika PSG menderita kekalahan 1-2 dari Paris FC dalam kompetisi domestik akhir pekan lalu.
Kepastian mengenai pemulihan kondisi ini disampaikan langsung oleh Dembele yang menegaskan kesiapannya untuk memperkuat lini serang Les Parisiens di partai puncak kompetisi tertinggi Eropa tersebut.
"Saya baik-baik saja. Saya sempat mengalami sedikit kekhawatiran saat melawan Paris FC, tetapi sekarang saya baik-baik saja dan akan siap untuk final," kata Dembele kepada RMC Sport.
Pemain penyerang sayap ini menambahkan bahwa dirinya sangat optimis bisa diturunkan oleh tim kepelatihan sejak menit awal pertandingan penentu juara nanti.
"Saya pikir saya akan siap. Saya tidak meragukan hal itu dan berharap bisa berada di lapangan pada 30 Mei nanti," lanjut Dembele.
Mantan pemain Barcelona itu menjelaskan bahwa keputusan untuk keluar lapangan lebih cepat pada laga terakhir diambil sebagai langkah pencegahan demi menghindari risiko cedera yang lebih parah.
"Saya sudah mengalami banyak cedera kecil maupun besar sepanjang karier saya. Jadi, menjelang pertandingan seperti final ini, saya memilih berhenti dan tidak mengambil risiko," ujar Dembele.
Kehadiran pemain berusia 29 tahun itu sangat krusial bagi kubu perwakilan Prancis karena ia tercatat telah membukukan 19 gol dari 39 laga di seluruh ajang musim ini, dengan tujuh gol di antaranya lahir di pentas Eropa.
Pelatih PSG Luis Enrique memberikan apresiasi tinggi terhadap performa anak asuhnya tersebut, khususnya mengenai kontribusi kerja keras yang diberikan saat tim sedang dalam tekanan lawan.
"Ousmane memiliki mentalitas sebagai pemimpin. Apa yang dia lakukan saat bertahan sangat penting," kata Luis Enrique.
Juru taktik asal Spanyol ini menilai bahwa publik seringkali luput memperhatikan pergerakan tanpa bola dan pengorbanan para pemain depan ketika skema permainan menuntut mereka turun membantu lini belakang.
"Kami sering menyoroti penyerang ketika mencetak gol atau assist, tetapi jarang membicarakan apa yang mereka lakukan ketika tim harus bertahan," lanjut Luis Enrique.
PSG sendiri menatap laga final dengan modal produktivitas tinggi lewat torehan 44 gol di Liga Champions musim ini, hanya terpaut satu gol dari rekor sepanjang masa milik Barcelona pada musim 1999-2000.
Kendati memiliki lini serang yang mematikan, Luis Enrique menaruh kewaspadaan penuh terhadap kedisiplinan organisasi permainan Arsenal yang dipimpin oleh Mikel Arteta dari pinggir lapangan.
"Saat tidak menguasai bola, mereka adalah tim terbaik di dunia, tanpa keraguan," kata Luis Enrique kepada Beinsports.
Kekhawatiran sang pelatih didasarkan pada catatan statistik tim rival asal Inggris yang baru kebobolan enam gol dari total 14 pertandingan sepanjang kompetisi Liga Champions musim ini berlangsung.
"Mereka mampu mencetak banyak gol dan pantas berada di final. Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit," kata Luis Enrique.