OpenAI Kembangkan Ponsel Berbasis AI Tanpa Aplikasi

OpenAI Kembangkan Ponsel Berbasis AI Tanpa Aplikasi
Foto: Ilustrasi OpenAI Kembangkan Ponsel Berbasis AI Tanpa Aplikasi.

Perusahaan teknologi OpenAI dilaporkan tengah mengembangkan perangkat smartphone masa depan yang mengusung konsep interaksi berbasis tugas untuk menggantikan peran aplikasi konvensional. Dilansir dari Detik iNET, proyek ambisius ini disebut berpotensi mengubah total cara kerja ponsel pintar yang ada saat ini melalui pendekatan kecerdasan buatan.

Analis Ming-Chi Kuo mengungkapkan bahwa perangkat tersebut akan menggunakan sistem operasional bernama task stream sebagai pengganti antarmuka aplikasi. Pengguna nantinya cukup memberikan instruksi suara atau teks, sementara sistem akan memproses seluruh rangkaian aktivitas secara otomatis di belakang layar.

Konsep yang dikenal sebagai agentic AI ini memungkinkan ponsel melakukan tugas kompleks seperti pemesanan makanan hingga pengaturan logistik tanpa mengharuskan pengguna membuka aplikasi satu per satu. Sistem ini bekerja dengan memahami konteks dan kebutuhan pengguna secara seketika melalui pemantauan aktivitas rutin di latar belakang.

Guna mendukung beban kerja kecerdasan buatan yang berat, OpenAI dikabarkan bekerja sama dengan produsen semikonduktor MediaTek dan Qualcomm untuk memproduksi chipset kustom. Komponen ini dirancang khusus agar mampu menjalankan pemrosesan AI secara on-device dengan efisiensi daya yang tinggi untuk menjaga daya tahan baterai.

Laporan tersebut juga mencatat keterlibatan Luxshare Precision sebagai mitra utama dalam proses desain dan manufaktur perangkat keras. Strategi ini memungkinkan pembagian beban komputasi secara dinamis antara pemrosesan lokal di dalam perangkat dan layanan cloud untuk mengoptimalkan performa smartphone.

Langkah pengembangan hardware ini diperkuat dengan akuisisi startup io milik desainer ternama Jony Ive oleh OpenAI. Kolaborasi antara Jony Ive dan CEO OpenAI Sam Altman bertujuan untuk menciptakan ekosistem perangkat pintar yang mencakup earbuds, speaker pintar, hingga alat tulis berbasis kecerdasan buatan.

Smartphone dipilih sebagai fokus utama karena kemampuannya dalam mengumpulkan data kontekstual yang luas, mulai dari lokasi geografis hingga kebiasaan harian pemiliknya. Integrasi data ini dianggap krusial untuk memberikan pengalaman bantuan digital yang sangat personal namun tetap menonjolkan aspek privasi pengguna.

Menurut proyeksi Ming-Chi Kuo, smartphone OpenAI ini diperkirakan baru akan memasuki tahap produksi massal pada tahun 2028 mendatang. Kepastian mengenai rantai pasok dan spesifikasi teknis akhir dijadwalkan akan ditetapkan pada periode tahun 2026 hingga 2027 seiring dengan perkembangan riset internal perusahaan.

Informasi mengenai proyek ini dilaporkan telah memberikan dampak pada pasar saham, di mana nilai saham Qualcomm tercatat mengalami kenaikan signifikan. Kehadiran produk ini diprediksi akan menjadi tantangan baru bagi dominasi pasar premium yang saat ini dikuasai oleh pemain besar seperti Apple dan Samsung.

Artikel terkait

Rekomendasi