ONE OK ROCK Tutup Tur Asia 2026 di Jakarta

ONE OK ROCK Tutup Tur Asia 2026 di Jakarta
Foto: Ilustrasi ONE OK ROCK Tutup Tur Asia 2026 di Jakarta.

Grup band asal Jepang, ONE OK ROCK, sukses menggelar konser penutup rangkaian tur DETOX: TUR ASIA 2026 di Indonesia Arena, kawasan GBK, Jakarta Pusat, pada Sabtu (16/5). Penampilan tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan konser mereka di sejumlah negara Asia.

Sebagaimana dilansir dari Detikcom, konser yang dimulai tepat pukul 20.00 WIB ini memadati area pertunjukan selama dua jam penuh. Band yang beranggotakan Taka, Toru, Ryota, dan Tomoya tersebut membawakan setlist berisi 16 lagu serta 2 lagu tambahan pada sesi encore.

Sebelum mengguncang Jakarta, ONE OK ROCK telah lebih dulu merampungkan penampilan mereka di beberapa kota besar lain. Rangkaian tur Asia ini sukses diselenggarakan di Bangkok, Seoul, Manila, Singapura, Taipei, Kuala Lumpur, dan Hong Kong.

Di hadapan puluhan ribu penggemar yang hadir, sang vokalis memberikan kepastian mengenai rencana masa depan band tersebut di Indonesia. Janji untuk kembali datang ke Jakarta disampaikan langsung dari atas panggung menjelang akhir konser.

"Jakarta, kami janji balik lagi," teriak Taka.

Pernyataan tersebut langsung diikuti dengan target lokasi pertunjukan yang lebih besar untuk kedatangan mereka berikutnya. Vokalis utama ONE OK ROCK ini memberikan indikasi terkait skala venue masa depan mereka.

"Stadium ya," kata Taka.

Dalam pertunjukan berdurasi dua jam tersebut, ONE OK ROCK membawakan kombinasi karya teranyar dari album DETOX yang dirilis pada tahun 2025. Tidak hanya itu, mereka juga menyanyikan lagu-lagu lawas dari album Niche Syndrome, Zankyo Reference, Jinsei x Boku, hingga Eye of the Storm.

Di tengah jalannya konser, Taka sempat membagikan latar belakang emosional di balik pembuatan album teranyar mereka kepada para penonton. Menurut penjelasannya, album DETOX mengusung tema yang jauh lebih berat jika dibandingkan dengan karya-karya ONE OK ROCK terdahulu.

Kesadaran mengenai kondisi dunia yang sedang mengalami kekacauan diakui Taka mulai dirasakannya sejak sekitar empat tahun yang lalu. Kondisi global tersebut yang kemudian mendorongnya untuk menyuarakan pesan tertentu melalui jalur musik.

"Aku merasakannya, jadi itulah mengapa sebagai musisi, sebagai band rock juga sebagai orang Jepang, aku hanya ingin menyampaikan beberapa pesan kepada dunia. Kalian tahu? Bahkan jika aku memasukkan beberapa hal politik di album, kami bukan pemerintah. Kami hanya band rock and roll, musisi," katanya.

Melalui pesan di atas panggung, sang vokalis juga menyoroti adanya polarisasi di masyarakat akibat situasi dunia yang kacau. Taka mengamati banyak pihak yang memilih untuk saling berseberangan arah dalam menyikapi situasi tersebut.

"Ada begitu banyak orang yang menderita. Itu selalu terjadi tapi kita gak bisa menghentikannya karena kita bukan pemerintah. Kita bukan mengurusi politik, kita hanya musisi, tapi kita bisa mengatakan sesuatu kepada dunia," tukas Taka.

Artikel terkait

Rekomendasi