Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti fluktuasi pasar keuangan global dan domestik yang menjadi tantangan utama bagi kinerja investasi industri dana pensiun pada Sabtu (16/5/2026).
Dinamika tersebut mencakup perubahan suku bunga, ketegangan geopolitik dunia, hingga risiko kenaikan inflasi yang berpotensi memengaruhi nilai wajar instrumen investasi. Faktor-faktor eksternal ini dinilai memerlukan perhatian serius dari para pelaku industri.
"Tantangan utama industri dana pensiun antara lain berasal dari volatilitas pasar keuangan, perubahan suku bunga, tekanan geopolitik, serta potensi kenaikan inflasi yang dapat memengaruhi nilai wajar instrumen investasi," ujar Ogi Prastomiyono, Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK.
Menurut Ogi, pencapaian hasil investasi juga sangat ditentukan oleh strategi alokasi aset dari masing-masing instansi. Hal ini terjadi karena setiap penyelenggara dana pensiun memiliki karakteristik liabilitas serta batasan toleransi risiko yang tidak sama.
Guna menghadapi situasi tersebut, regulator mendorong penguatan manajemen risiko, penerapan prinsip kehati-hatian, serta diversifikasi portofolio. Langkah ini dinilai krusial demi menjaga ketahanan dan keberlanjutan hasil investasi di tengah ketidakpastian pasar yang sedang berlangsung.
Berdasarkan data yang dilansir dari Keuangan, OJK mencatat tingkat imbal hasil atau Return on Investment (ROI) dana pensiun per Maret 2026 berada di angka 0,02%. Jumlah tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai 0,70%.
Penurunan kinerja ROI ini dipengaruhi oleh eskalasi risiko geopolitik global serta pemangkasan tingkat suku bunga yang memicu kemerosotan yield investasi. Meski demikian, kondisi makroekonomi dalam negeri diproyeksikan masih cukup kuat untuk menopang pertumbuhan ke depan.
"Meskipun demikian, dengan pertumbuhan ekonomi domestik yang masih positif dan inflasi yang relatif terjaga, kinerja ROI dana pensiun pada tahun 2026 masih diperkirakan tetap mampu tumbuh positif, meski pencapaiannya akan sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar global dan domestik," lanjut Ogi Prastomiyono, Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK.