Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti belum optimalnya pengembangan sejumlah produk di industri penjaminan saat ini. Portofolio bisnis perusahaan penjaminan sejauh ini masih didominasi oleh produk penjaminan kredit dan pembiayaan, seperti dilansir dari Keuangan.
Padahal, industri penjaminan memiliki ruang yang cukup besar untuk mengembangkan berbagai variasi produk lainnya. Beberapa produk yang berpotensi dikembangkan antara lain penjaminan pengadaan barang dan jasa, kontra bank garansi, hingga pembelian angsuran.
Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, mengungkapkan bahwa upaya optimalisasi produk-produk tersebut masih terbentur sejumlah kendala di lapangan.
"Optimalisasi produk-produk tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain karakteristik risiko yang berbeda-beda, jangka waktu produk yang relatif pendek, serta kompleksitas underlying transaction yang memerlukan analisis penjaminan yang lebih spesifik," ujar Ogi dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Sabtu (16/5/2026).
Menurut Ogi, setiap produk penjaminan baru tetap wajib dijalankan dengan mengutamakan prinsip kehati-hatian. Selain itu, diperlukan juga analisis kelayakan penjaminan yang memadai sebelum produk dipasarkan.
Oleh sebab itu, OJK terus mendorong langkah diversifikasi produk pada industri penjaminan. Dukungan ini diberikan melalui kemudahan proses perizinan produk baru serta penguatan pengawasan atas penyelenggaraan usaha dan pemasaran produk yang mengantongi izin.
Ogi menambahkan OJK juga mendorong perusahaan penjaminan untuk meningkatkan kapasitas manajemen risiko dan inovasi produk agar potensi berbagai lini penjaminan dapat lebih optimal.
Berdasarkan data OJK, total aset industri penjaminan tercatat mencapai Rp 47,48 triliun per Maret 2026. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 0,77% secara tahunan (year on year/YoY).
Pertumbuhan ini sedikit melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Februari 2026, total aset industri penjaminan sempat menyentuh Rp 47,52 triliun, atau tumbuh sebesar 1,99% yoy.