Wakil Ketua OJK Hernawan Bekti Sasongko bersama Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru melepas ekspor produk turunan kelapa dan lada hitam di Palembang pada Rabu (22/4/2026). Langkah ini merupakan bagian dari program Sultan Muda XporA 2026 untuk memperkuat ekonomi daerah berbasis komoditas unggulan.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor OJK Provinsi Sumatera Selatan ini bertujuan mendorong pengusaha muda menembus pasar internasional. Berdasarkan data yang dilansir dari Detik Finance, pelepasan ekspor tersebut mencakup produk coconut shell charcoal, coconut chips, lada hitam, hingga kerupuk olahan.
Wakil Ketua OJK Hernawan Bekti Sasongko menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata dalam menjadikan daerah sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. OJK berkomitmen memperluas cakupan wilayah program ini guna mendukung kedaulatan pangan pemerintah.
"Pada pelaksanaan kegiatan ini, kita tidak hanya bicara tentang ekspor dan pemberdayaan UMKM, akan tetapi juga mendorong peran daerah sebagai motor pertumbuhan Indonesia, salah satunya melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah," kata Wakil Ketua OJK Hernawan Bekti Sasongko.
Kepala OJK Provinsi Sumsel Arifin Susanto merinci bahwa komoditas yang diekspor pada tahap awal menyasar pasar Cina, Taiwan, dan Perancis. Total volume pengiriman meliputi 46 ton arang tempurung kelapa, 25 ton chips kelapa, 500 kg lada hitam, dan 21 ton kerupuk dengan nilai Rp 1,6 miliar.
Sektor jasa keuangan turut memberikan dukungan melalui penyediaan skema pembiayaan seperti trade finance dan Letter of Credit (L/C). Selain itu, lima bank tercatat telah menyerahkan pembiayaan komoditas unggulan senilai Rp 869,29 miliar serta L/C ekspor sebesar US$ 209.723.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi antara otoritas keuangan dan pelaku usaha dalam menciptakan wirausaha yang kompetitif. Program ini terintegrasi dengan visi mencetak 100.000 Sultan Muda di wilayah Sumatera Selatan.
"Keberhasilan yang dicapai pada hari ini tidak terlepas dari dukungan seluruh pihak. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungannya," kata Herman.
Pemerintah daerah berharap sinergi ini terus berlanjut untuk meningkatkan kualitas produksi dan akses pasar produk lokal. Inovasi ini didukung keberadaan Sultan Muda Sumsel Center (SMSC) sebagai pusat inkubasi bagi para pengusaha muda.
"Kami berharap kolaborasi yang baik senantiasa dapat terjalin dan berkontribusi menghasilkan Sultan Muda baru di masa yang akan datang," sambungnya.
Anggota Komisi XI DPR RI Bertu Merlas menekankan pentingnya kebijakan yang berkesinambungan untuk mengoptimalkan potensi daerah. Ia mencatat prestasi Sumatera Selatan yang mampu menjaga nilai ekspor tetap lebih tinggi dibandingkan nilai impor.
"Sumatera Selatan telah berhasil mencatatkan nilai ekspor yang lebih tinggi dari nilai impor, kami mengapresiasi pencapaian dimaksud. Kami sebagai Anggota DPR RI juga berkomitmen untuk menghasilkan kebijakan yang mendukung pemberdayaan perekonomian di daerah," kata Bertu.
DPR RI membuka ruang koordinasi bagi para pemangku kepentingan untuk memberikan masukan terkait regulasi ekonomi. Hal ini diperlukan agar kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan lapangan para pelaku usaha daerah.
"Untuk menghasilkan kebijakan yang sesuai maka kami membutuhan masukan dari Bapak dan Ibu sekalian," sambungnya.
Acara ini juga menandai rebranding logo Sultan Muda Sumatera Selatan serta peluncuran Sultan Muda HIPMI Card. Rapat Koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) turut digelar untuk merumuskan solusi perluasan akses keuangan yang inklusif di wilayah tersebut.