Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan tanggapan menarik saat ditanya mengenai peluang mantan tim asuhannya, Kanada, serta negara asalnya, Inggris, dalam ajang Piala Dunia 2026. Meskipun memiliki keterikatan emosional dengan kedua negara tersebut, Herdman menegaskan bahwa prioritas utamanya saat ini hanyalah skuad Garuda.
Nama John Herdman memang tidak asing bagi publik sepak bola Kanada karena ia pernah menjabat sebagai pelatih tim nasional mereka selama lima tahun, tepatnya pada periode 2018 hingga 2023. Prestasi gemilangnya kala itu adalah berhasil membawa Jonathan David dan rekan-rekan menembus putaran final Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Qatar.
Walaupun memiliki sejarah panjang bersama Kanada, pelatih yang lahir di Inggris ini menyatakan bahwa fokus pikirannya saat ini sepenuhnya tersita untuk memajukan prestasi sepak bola Indonesia. Ia mengaku tidak memiliki rencana khusus untuk memantau atau mengikuti perkembangan Timnas Kanada maupun Timnas Inggris selama gelaran akbar tersebut berlangsung.
Piala Dunia 2026 sendiri dijadwalkan akan diselenggarakan di tiga negara Amerika Utara, yakni Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Meski turnamen itu sangat prestisius, Herdman secara terbuka mengungkapkan bahwa perhatiannya tidak akan terbagi ke tempat lain.
Pernyataan Tegas John Herdman Mengenai Prioritasnya :
- Fokus utama saat ini adalah membangun kekuatan jangka panjang bagi Timnas Indonesia.
- Target besar yang ia usung adalah membawa Indonesia lolos ke putaran final Piala Dunia 2030.
- Kegiatan selama musim panas 2026 akan diisi dengan persiapan intensif untuk turnamen regional.
- Ia lebih memilih menghabiskan waktu di lapangan latihan daripada menonton pertandingan sebagai penonton.
Herdman menjelaskan bahwa ambisi untuk meloloskan Indonesia ke Piala Dunia 2030 adalah hal yang sangat ia pikirkan setiap hari secara mendalam. Bagi sang arsitek tim, kesuksesan bersama skuad Garuda adalah misi utama yang harus segera diwujudkan melalui kerja keras dan dedikasi tinggi.
Bahkan, saat mata dunia tertuju pada pembukaan Piala Dunia 2026 nanti, Herdman berencana untuk tetap berada di Indonesia guna menjalankan program kerja yang sudah disusun. Ia dijadwalkan akan memimpin pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia di Bali selama 20 hari pada Juli 2026 mendatang.
Program pemusatan latihan di Bali tersebut dilakukan sebagai langkah serius dalam mempersiapkan tim menghadapi turnamen Piala AFF tahun ini. Herdman ingin memastikan bahwa para pemain Indonesia memiliki fisik dan mental yang siap untuk bersaing memperebutkan gelar juara di level Asia Tenggara.
Ia menambahkan bahwa jika dirinya tidak sedang berada di Bali, maka ia pasti akan disibukkan dengan urusan teknis lainnya demi kesiapan Piala AFF. "Sejujurnya, saya tidak akan mengikuti perjalanan keduanya (Kanada dan Inggris)," tegas Herdman dalam sesi wawancara eksklusif tersebut.
John Herdman mengakui bahwa menonton pertandingan Piala Dunia 2026 hanyalah sebuah kemungkinan kecil jika ia memiliki waktu luang di sela-sela kesibukannya. "Jika saya cukup beruntung, mungkin saya akan menyempatkan diri untuk menonton beberapa pertandingan melalui layar kaca," tuturnya lagi.
Ringkasan Karier dan Statistik John Herdman di Level Klub :
| Klub | Jumlah Pertandingan | Menang | Imbang | Kalah |
|---|---|---|---|---|
| Toronto FC | 46 Laga | 17 | 4 | 25 |
Tabel di atas menunjukkan rekam jejak John Herdman saat menangani klub Toronto FC di kompetisi Amerika Utara sebelum akhirnya ia memutuskan untuk mengambil tantangan besar bersama PSSI. Pengalaman melatih di berbagai level inilah yang diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi struktur permainan Timnas Indonesia.
Meski mengaku tidak akan memantau secara intensif, Herdman tetap memberikan doa serta dukungan moral bagi Timnas Kanada yang dijuluki The Reds. Menurutnya, bermain di hadapan pendukung sendiri merupakan keuntungan besar yang harus dimanfaatkan oleh skuad Kanada untuk mengukir sejarah baru.
Ia berpendapat bahwa generasi pemain Kanada saat ini adalah yang terbaik yang pernah ada dalam sejarah sepak bola negara tersebut. Herdman yakin bahwa pengalaman yang didapat pemain Kanada pada Piala Dunia sebelumnya akan menjadi modal berharga untuk bisa melaju lebih jauh dari babak penyisihan grup.
Di sisi lain, ketika pembicaraan beralih ke Timnas Inggris, Herdman memberikan respons yang cukup santai dan penuh canda. Ia seolah tidak mau terbebani dengan ekspektasi besar yang selalu menyelimuti tim berjuluk The Three Lions tersebut di setiap turnamen internasional.
Saat ditanya apakah Harry Kane dan kawan-kawan mampu mengakhiri dahaga gelar juara dunia yang sudah berlangsung selama enam dekade, ia menjawab singkat. "Saya tidak peduli," kata Herdman sambil tertawa lepas, yang menunjukkan bahwa perhatiannya memang sudah tidak lagi berada di Eropa.
Informasi Tambahan Terkait Agenda Timnas Indonesia :
- Sumardji selaku manajer tim memastikan target juara Piala AFF tidak bisa ditawar lagi.
- Rencana TC di Bali pada Juli 2026 akan menjadi kunci utama pemantapan strategi tim.
- Sektor lini depan Timnas Indonesia kini memiliki banyak opsi menarik menjelang laga persahabatan melawan Oman.
- Absennya Jay Idzes dalam beberapa laga mendatang akan memberikan kesempatan bagi pemain lain seperti Elkan Baggott.
Informasi mengenai agenda latihan dan target juara ini menunjukkan betapa seriusnya manajemen PSSI dalam mendukung program kerja John Herdman. Keinginan kuat untuk berprestasi di tingkat regional maupun dunia menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri sepak bola tanah air ke depannya.
Sebagai informasi tambahan bagi para penggemar sepak bola, persiapan berbagai tim elite dunia seperti Spanyol, Prancis, hingga Jerman juga terus berjalan. Namun bagi publik sepak bola Indonesia, fokus utama tetap tertuju pada bagaimana tangan dingin John Herdman mampu meramu skuad Garuda menjadi tim yang disegani.
Perjalanan John Herdman bersama Timnas Indonesia masih panjang, namun komitmen yang ia tunjukkan memberikan harapan baru bagi jutaan suporter. Dengan mengesampingkan kepentingan pribadi terkait negara asalnya, Herdman membuktikan profesionalitasnya sebagai pelatih yang berdedikasi penuh untuk Indonesia.