Pelatih Timnas U20 Indonesia, Nova Arianto, memutuskan untuk tidak memanggil penyerang Fadly Alberto ke dalam skuad Piala AFF U19 2026 menyusul dugaan aksi kekerasan saat membela Bhayangkara FC melawan Dewa United dalam laga EPA di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026).
Pencoretan ini merupakan langkah tegas staf pelatih setelah melakukan pembahasan intensif terkait keterlibatan Alberto dalam insiden fisik di lapangan. Dilansir dari Bola, tindakan tersebut memicu reaksi publik yang luas dan berisiko mendatangkan sanksi disiplin berat dari pihak penyelenggara kompetisi.
Keputusan administratif ini diambil meskipun sebelumnya sang pemain masuk dalam radar pemantauan tim nasional berkat performa impresifnya. Nova Arianto menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat final untuk agenda turnamen yang akan berlangsung pada Juni mendatang tersebut.
"Benar untuk Piala AFF U-19 saya tidak memanggil Alberto," kata Nova Arianto.
Penegasan tersebut disampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas perilaku pemain di level kompetisi klub. Nova memberikan penekanan bahwa setiap pemain muda wajib memiliki kontrol emosi yang baik saat bertanding di lapangan hijau.
"Pastinya semoga menjadi efek jera," ujar Nova Arianto.
Harapan tersebut disampaikan agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan, mengingat Alberto merupakan salah satu talenta potensial yang pernah mencetak gol di Piala Dunia U17 2025. Menurut Nova, tindakan kekerasan tidak dapat ditoleransi terlepas dari faktor pemicunya.
"Karena apapun alasannya pasti tindakannya tidak dibenarkan," ujar Nova Arianto.
Saat ini, karier profesional Fadly Alberto tengah berada di bawah bayang-bayang hukuman berat karena aksi tersebut dinilai membahayakan keselamatan pemain lawan. Di sisi lain, tim pelatih nasional terus melanjutkan pemantauan terhadap pemain lain di kompetisi EPA U20 untuk mengisi slot yang kosong.