Nottingham Forest berhasil menumbangkan tuan rumah Sunderland dengan skor telak 5-0 dalam laga pekan ke-34 Liga Inggris yang berlangsung di Stadium of Light pada Sabtu (24/4/2026). Kemenangan besar ini menjadi hasil yang mengejutkan mengingat dominasi penguasaan bola yang sebenarnya dipegang oleh kubu tuan rumah.
Kekalahan memalukan di hadapan pendukung sendiri tersebut membuat Sunderland gagal mempertahankan keangkeran markas mereka. Dilansir dari Bola, Sunderland tercatat menguasai 61 persen aliran bola, namun ketajaman Nottingham Forest dalam memanfaatkan peluang membuat tim tamu mampu mencetak lima gol dari enam tembakan tepat sasaran.
Petaka bagi Sunderland dimulai pada menit ke-17 melalui gol bunuh diri bek Trai Hume yang mengubah arah permainan. Nottingham Forest kemudian tampil sangat efektif dengan mencetak tiga gol tambahan hanya dalam rentang waktu enam menit melalui aksi Chris Wood (31'), Morgan Gibbs-White (34'), dan Igor Jesus (37').
Kapten Sunderland, Granit Xhaka, mengungkapkan kekecewaannya atas hasil minor yang diraih timnya dalam rilis resmi klub. Rentetan gol tim tamu pada babak pertama dinilai sebagai dampak dari kegagalan pemain dalam mengantisipasi momen krusial pertandingan.
"Tentu saja, ini sangat sulit diterima," kata Granit Xhaka di situs resmi klub.
Gelandang asal Swiss tersebut menekankan bahwa kesalahan sekecil apa pun di kompetisi kasta tertinggi Inggris akan berakibat fatal. Hasil ini merupakan kekalahan kedua beruntun bagi Sunderland setelah sebelumnya juga takluk dengan skor 3-4 saat bertandang ke markas Aston Villa pada pekan lalu.
"Di level ini, jika Anda melakukan kesalahan, Anda akan dihukum, dan hari ini kami dihukum dengan cara terburuk. Kami harus jujur pada diri sendiri tentang hal itu," tutur Granit Xhaka.
Xhaka juga menyoroti bagaimana tim lawan mendapatkan kepercayaan diri yang tinggi setelah berhasil memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan timnya. Skor 4-0 yang bertahan hingga turun minum membuat perjuangan Sunderland untuk bangkit di babak kedua menjadi semakin berat.
"Kami tidak mengelola momen-momen penting dengan cukup baik. Ketika Anda memberi tim kepercayaan diri, terutama di liga ini, mereka akan menyakiti Anda," ujar Granit Xhaka.
Memasuki babak kedua, Nottingham Forest melengkapi pesta gol mereka melalui torehan Elliot Anderson pada masa injury time menit ke-90+5. Meski secara statistik angka harapan gol (xG) Forest hanya sebesar 1,10, efisiensi tinggi anak asuh Vitor Pereira terbukti mampu menghancurkan pertahanan Sunderland.
"Lima gol tidak dapat diterima bagi kami, dan kami harus bertanggung jawab sebagai pemain," kata Granit Xhaka.
Kekalahan ini dianggap sebagai bagian dari perjalanan panjang kompetisi yang penuh tantangan bagi skuat Kucing Hitam. Xhaka mengingatkan rekan setimnya bahwa reaksi setelah kekalahan telak ini akan menjadi penentu posisi mereka di klasemen pada akhir musim nanti.
"Musim ini adalah maraton, bukan sprint. Tentu saja, kami telah menjalani musim yang sangat baik sejauh ini, tetapi kami selalu tahu bahwa ini akan menjadi sebuah perjalanan," ujar Granit Xhaka.
Penegasan mengenai perlunya evaluasi mendalam disampaikan Xhaka guna memperbaiki mentalitas bertanding tim. Ia menyadari bahwa fluktuasi performa adalah hal yang lumrah dalam sepak bola, namun cara tim merespons kegagalan adalah kunci utama.
"Akan ada pasang surut, tidak diragukan lagi, tetapi ini tentang bagaimana kita bereaksi sekarang," ujarnya menambahkan.
Tambahan tiga poin dari Stadium of Light sangat berarti bagi Nottingham Forest dalam upaya mereka menjauhi ancaman degradasi. Saat ini, Forest mengoleksi 39 poin dari 34 pertandingan dan berhasil memperlebar jarak menjadi delapan angka dari zona merah.