Nottingham Forest terancam harus melewati babak play-off Liga Europa setelah menderita kekalahan pahit akibat gol bunuh diri dan kegagalan penalti saat bertandang ke markas Braga pada Jumat (23/1/2026) dini hari WIB.
Dilansir dari Investortrust, kekalahan ini membuat ambisi tim asuhan Sean Dyche untuk menembus posisi delapan besar fase liga guna mendapatkan tiket otomatis ke babak 16 besar menjadi hampir mustahil tercapai.
Forest kini tetap berisiko besar harus melakoni dua leg babak play-off meskipun mereka mampu memenangkan pertandingan terakhir melawan Ferencvaros. Performa tim di Portugal juga memicu kemarahan suporter yang mencemooh para pemain saat jeda serta setelah peluit panjang dibunyikan.
Pertandingan tersebut diwarnai insiden krusial pada menit ke-53 saat eksekusi penalti Morgan Gibbs-White berhasil ditepis kiper Braga. Petaka berlanjut hanya 55 detik kemudian ketika bek Ryan Yates mencetak gol bunuh diri yang menjadi penentu kemenangan tuan rumah.
Manajer Sean Dyche mengungkapkan kekecewaannya atas rentetan kejadian yang mengubah arah pertandingan dalam waktu singkat tersebut.
"Satu menit kegilaan dalam pertandingan yang sebenarnya tidak terlihat berbahaya bagi kami. Kami gagal mengeksekusi penalti, itu bisa terjadi. Tapi, reaksi setelahnya sangat mengecewakan. Kami kebobolan gol yang buruk dan semuanya berubah," ujar Sean Dyche.
Kekalahan ini terasa kian ironis bagi Forest karena Braga mencatatkan kemenangan tanpa melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang laga. Hal ini menjadikan Braga tim kedua dalam sejarah Liga Europa yang mampu menang tanpa melakukan shot on target.
Dyche tercatat melakukan tujuh rotasi pada susunan pemain intinya jika dibandingkan dengan komposisi tim saat menghadapi Arsenal di Liga Premier pekan lalu.
"Upaya ada, tapi kami butuh lebih banyak kualitas di sepertiga akhir," kata Sean Dyche.
Meski mengakui kerja keras skuatnya, Dyche menekankan bahwa kurangnya ketajaman di lini depan menjadi faktor utama kegagalan mereka meraih poin di markas lawan.